Keane E, Funk AL, Shimakawa Y Aliment Pharmacol Ther. 2016 Sep 15. doi: 10.1111/apt.13795 http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27630001

 

Risiko penularan virus hepatitis B (HBV) dari ibu kepada anaknya (perinatal transmissio n) sebesar 70-90% pada perempuan dengan HBsAg dan HBeAg positif dan sebesar 5-30% pada perempuan dengan HBsAg positif HBeAg negatif. Risiko ini beras al dari Asia, sedikit yang diketahui dari Sub-Sahara Afrika. Peneliti mencari artikel dari Medline, Global Health, Embase, African Journals Online, dan African Index Medicus.

Peneliti juga memasukkan studi obeservasi dan interve nsi yang mendata bayi dari ibu yang terinfeksi HBV, dan telah diuji HbsAg atau HBV DNA antara usia 3 hingga 12 bulan. Hasilnya, 15 artikel dari 11 negara Afrika diikutsertakan dalam penelitian. Pada wanit a dengan HBeAg positif terdapat risiko sebesar 38,3% (CI 95% = 7,0-74,4%) tanpa pro - filak sis. Hasil ini sangat rendah jika diban - dingkan dengan persentase risiko di dalam literatur, yakni 70-90% (P = 0,007). Pada wanita dengan HBeAg negatif, terdapa t risiko sebesar 4,8% (CI 95% = 0,1-13,3%) tanpa profilaksis. Hasil ini masih lebih rendah dibandingkan dengan persentase risiko di Asia, yakni 5-30%. Dengan mengeksplorasi gabungan risiko penularan pada jumlah kelahir an dari ibu yang terinfeksi HBV di SubSaha ra Afrika, diperkirakan 1% dari bayi yang baru lahir (n=367.250) setiap tahunnya terinfeksi HBV saat lahir.

Kesimpulannya, jika dibandingkan denga n di Asia, risiko penularan HBV dari ibu kepada anaknya cukup rendah di SubSahara Afrika. Walaupun demikian, jumlah bayi yang terinfeksi secara perinatal setiap tahunnya dua kali lipat lebih banyak diban - ding kan jumlah kejadian infeksi HIV pada anak di Sub-Sahara Afrika (n = 190.000). Oleh karena itu, hal ini menekankan pen - ting nya pencegahan penularan HBV dari ibu kepada anaknya di Sub-Sahara Afrika yang telah sekian lama diabaikan.


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish