Kim S, So WY, Kim J, et. Al. PloS One. 2016 Sep 2;11(9):e0162127 doi: 10.1371/journal.pone.0162127

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27589270

 

Tujuan studi cross-sectional ini adalah untuk mengetahui lebih dalam mengenai hubungan antara skor aktivitas fisik spesifik untuk tulang (BPAQ), komposisi tubuh, dan kepadatan mineral tulang pada mahasiswi sehat.

Sebanyak 73 mahasiswi usia 19 hingga 26 tahun (21,7 } 1,8 tahun; 162,1 } 4,6 cm; 53,9 } 5,8 kg) dari beberapa Universitas di Provinsi Seoul dan Gyeonggi, Korea Selatan, diikutsertakan dalam studi ini. Peneliti menggunakan absorptimeter X-ray dual energy untuk mengukur lumbar spinal (L2-L4) dan kepadatan mineral tulang femur proksimal (sisi kiri; panggul, leher femoralis). Skor BPAQ (sebelum, pBPAQ; saat ini, cBPAQ; total, tBPAQ) digunakan untuk mendapatkan data yang komprehensif mengenai aktivitas fisik selama hidupnya yang berkaitan dengan kesehatan tulang. Peneliti juga menggunakan instrumen X-scan plus II untuk mengukur tinggi badan (cm), berat badan (kg), massa lemak bebas (kg), persen lemak tubuh (%), dan indeks massa tubuh (IMT). Subjek juga diminta untuk mencatat asupan makanan 24 jam terakhir di dalam kuesioner.

Hasilnya, terdapat korelasi positif antara skor BPAQ dengan kepadatan massa tulang panggul (pBPAQ r = 0,308, p = 0,008; tBPAQ, r = 0,286, p = 0,014) dan leher femoralis (pBPAQ r = 0,309, p = 0,008; tBPAQ, r = 0,311, p = 0,007). Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signfikan antara cBPAQ dengan kepadatan massa tulang, baik di panggul maupun di leher femoralis (p > 0.05). Ketika variabel massa lemak bebas, asupan vitamin D, cBPAQ, pBPAQ, dan tBPAQ dimasukkan ke dalam analisis regresi linier berganda secara bertahap, massa lemak bebas dan pBPAQ menjadi predictor kepadatan mineral tulang panggul sebesar 16% (p = 0,024), sedangkan massa lemak bebas dan tBPAQ memprediksi 14% perbeda an di leher femoralis (p = 0,015). Hanya massa lemak bebas yang dapat mempre diksi 15% perbedaan pada L2-L4 (p = 0,004). Terdapat korelasi positif antara variabel asupan vitamin D dengan L2-L4 (p = 0, 025). Namun, variabel asupan makanan lainnya tidak signifikan (p > 0,05).

Dari studi ini dapat disimpulkan bahwa skor BPAQ yang berasal dari aktivitas fisik dan massa lemak bebas secara positif berhubungan dengan kepadatan mineral tulang panggul dan leher femoralis pada mahasiswi. Studi ini juga menyarankan bahwa perhatian terhadap osteoporosis dan perilaku untuk membantu kesehatan tulang yang efektif pada mahasiswa dibutuhkan untuk melindungi dari penyakit tulang di kemudian hari.


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish