Stagraczynski M, Kulczyk T, Podfigurna A, et. Al. Pol Merkur Lekarski. 2016 Aug; 41(242): 79-83

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27591444

 

Osteoporosis merupakan masalah kesehatan yang serius di kalangan wanita pasca-menopause. Berbagai studi klinis  menunjukan korelasi antara kepadatan mineral tulang yang rendah pada kolumna spinalis, panggul, dan status tulang mandibula. Tujuan dari studi ini adalah untuk membandingkan status tulang mandibula dan bagian lumbar tulang belakang wanita pascamenopause dengan osteoporosis, osteopenia, dan wanita pasca-menopause yang memiliki kepadatan mineral tulang normal.

Studi ini mengikutsertakan 47 orang wanita pasca-menopause dengan rata-rata usia 54,8 tahun +/- 3,65 tahun. Pada seluruh subjek, dilakukan pengukuran densitometry pada bagian lumbar tulang belakang. Hasil densitometri ini akan membantu peneliti dalam mengelompokkan subjek menjadi 3 kelompok, yakni kelompok osteoporosis (n = 10), kelompok osteopenia (n=20), dan ke lompok normal (n = 17). Gambaran radiogr afi tulang mandibula dari tiap subjek juga diambil dan hasilnya akan dianalisis secar a statistik. Dari hasil analisis tersebut, tidak ditemukan korelasi antara Panoramic Mandibular Index (PMI) dan Mandibular Ratio (MR) dengan hilangnya kepadatan mineral tulang pada tulang belakang pada wanita pasca-menopause. Namun, terdapat korelasi positif antara jarak dari margin inferior pada mental foramen ke korteks mandibula inferior dan derajat defisiensi mineral tulang belakang.

Dari studi tersebut dapat disimpulkan bahwa PMI dan MR bukan merupakan indika tor radiologi yang memadai untuk mengetahui hilangnya kepadatan mineral tulang belakang pada wanita pascamenopause. Namun demikian, pengukuran jarak antara margin inferior pada mental foramen ke korteks mandibula inferior memiliki korelasi dengan derajat defisiensi mineral tulang belakang. Parameter ini dapat digunakan dalam memperkirakan risiko osteoporosis.

 

 


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish