PRIBAKTI B.
Subbagian Uroginekologi
Rekonstruksi Bagian Obstetri dan
Ginekologi FK Unlam Banjarmasin

 

Pendahuluan

Disfungsi dasar panggul (Pelvic Floor Dysfunction/PFD) dapat terjadi pada kombinasi dari beberapa atau semua kondisi berikut: stres inkontinensia urin (SUI), inkontinensia alvi dan flatal (FI), dan prolaps organ panggul (POP). Sekitar sepertiga dari wanita dewasa di Amerika Serikat menderita berbagai derajat PFD. Kondisi ini berdampak negatif pada kualitas hidup mereka dan merupakan beban ekonomi yang signifikan.1-4 Olsen et al., menyatakan hampir 10% dari 150.000 wanita usia 80 tahun menjalani operasi panggul dan lebih dari 30% dari mereka sudah mengulang operasi korektif.5 DeLancey menggambarkan peristiwa ini sebagai fenomena gunung es, di mana 10% wanita akan menjalani operasi untuk gangguan dasar panggul.6 Jumlah ini kemungkinan akan meningkat secara signifikan pada tahun-tahun mendatang seiring dengan semakin tua populasi dan perkembangan teknik bedah invasif minimal untuk memperbaiki berbagai gejala PFD.

 

Faktor Risiko Obstetrik dan PFD

Paritas

Banyak data telah dikumpulkan tentang paritas dan risiko relatif terjadinya PFD. Beberapa pendapat setuju bahwa persalinan pervaginam merupakan faktor risiko terjadinya PFD, tetapi risiko tidak meningkat pada tiap persalinan.1-7 DeLancey berpendapat bahwa ada peningkatan risiko pada tiap persalinan (Gambar 1).8 Yang lain bahkan mempertimbangkan multiparitas sebagai faktor pelindung untuk ruptur perineum derajat ketiga.9 Hal ini mungkin berlaku hanya untuk wanita dengan persalinan pertama tidak menyebabkan kerusakan pada dasar panggul. DiPiazza et al., berpendapat bahwa faktor risiko terjadinya rupture sfingter ani pada pasien multipara sama dengan wanita nulipara.10

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya..

 


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish