Mencoba mengamati situasi di tengah paniknya banyak pihak karena beredarnya beras plastik, respons pemerintah terkait hal ini dinilai lambat. Diberitakan bahwa produk ilegal ini telah mengakibatkan satu keluarga di Depok harus mengalami masalah kesehatan (metro.sindonews.com, 25 Mei 2015). Entah berapa banyak masyarakat yang sudah telanjur mengonsumsi beras plastik ini, meskipun saat ini belum menimbulkan gejala, atau ada juga yang telah mengalami gangguan kesehatan namun tidak mendapat sorotan berita.

Seharusnya, hal ini segera direspons denga­n cepat dan masif, menyeluruh ke se­bag­ian besar wilayah Indonesia. Pemerintah harus sesegera mungkin memastikan ada atau tidaknya peredaran beras plastik ini. Kepastian akan rasa aman menjadi tanggung jawab konstitusional negara, tanpa harus menun­ggu proses penyidikan hukum selesai. Harus diingat bahwa beras masih merupakan makanan pokok yang dikonsumsi hampir sebagi­an besar masyarakat di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, konsum­si beras nasional mencapai 27 juta ton, konsumsi beras rumah tangga kira-kira sebesar 114 kg per tahun.

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya..

Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish