Bulan Desember selalu identik dengan peringatan Hari Ibu yang selalu diperingati setiap tanggal 22 Desember. Setiap peringatan Hari Ibu, kita selalu diingatkan oleh jasa-jasa ibunda yang tidak ternilai sejak dalam masa kandungan. Oleh karena itu, dalam memperingati Hari Ibu ini, mari kita merenungkan kembali bagaimana kondisi kesehatan para Ibu di Indonesia saat ini.

Dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lain, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia merupakan yang tertinggi. Berdasarkan data SUSENAS tahun 2015, prevalensi AKI di Indonesia mencapai 305 kematian per 100.000 kelahiran. Jumlah ini sepertinya tidak mengalami penurunan yang signifika n sejak beberapa tahun yang lalu. Padahal, dalam target Sustainable Development Goals disebutkan AKI di Indonesia harus turun hingga 70 per 100.000 kelahiran di tahun 2030. Target ini tidak akan dapat dicapai jika tidak dilakukan terobosan yang signifikan.

Permasalahan AKI layaknya puncak gunung es. Angka kematian ibu yang tinggi menunjukkan masih tingginya tingkat komplikasi ibu hamil dan saat persalinan. Sejauh ini, memang sulit bagi tenaga kesehatan untuk memprediksi terjadinya komplikasi saat persalinan. Selain itu, tingginya angka kematian ibu ini juga menunjukkan sistem kesehatan nasional yang belum baik di Indonesia. Angka kematian ibu yang tinggi juga berdampak pada masih tingginya angka kematian bayi (AKB) di Indonesia. Hal ini dikarenakan bayi yang ditinggalkan oleh ibunya lebih berisiko mengalami kematian dibandingkan yang tidak.

Banyak sekali pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk mengurangi AKI, dimulai dari mengurangi faktor risiko dan memperbaiki akses terhadap layanan kesehatan. Selain itu, untuk para ibu dan calon ibu, perlu juga untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki masa kehamilan dan juga harus merencana kan proses persalinan dengan baik. Selamat Hari Ibu.

Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish