Artikel Penelitian

SEMUEL SANDY,

IMAN HS SASTO,

MARDI RAHARDJO PARDI

Balai Litbang Biomedis Papua

 

Abstract

Malaria health problems in society that can lead to death, especially in high-risk groups ie infants, toddlers, and pregnant women. The disease is still endemic in most parts of Indonesia. Maluku province is a malaria endemic area. Activities mass blood survey (MBS) conducted by the global fund to fight AIDS (GF) obtained the highest malaria cases Nusa Tenggara Timur (NTT) and Maluku. Data Annual Paracite Incidence (API) in 2007 of 8.94 per 1000 population and Annual Paracite Incidence (API) in 2009 and amounted to 8.94 per 1000 population in Maluku. Riskesdas survey in 2013 in the province of Maluku shows malaria incidence rate of 3.8% with a 10.7% prevalence of malaria. Results of trend analysis of malaria in 2010-2013 showed an increase with still dominated malaria caused by Plasmodium vivax and Plasmodium falcifarum. Malaria cases peaked in February, March and May that is midway west monsoon to monsoon east with temperatures between 26-28 ° C, as well as rainfall and humidity are high. Keywords: Malaria, humidity, rainfall, Plasmodium spp

 

Abstrak

Malaria merupakan permasalahan kesehatan di masyarakat yang dapat menyebabkan kematian, terutama pada kelompok risiko tinggi, yaitu bayi, anak balita, dan ibu hamil. Penyakit ini juga masih endemis di sebagian besar wilayah Indonesia. Provinsi Maluku merupakan daerah endemis malaria. Kegiatan mass blood survey (MBS) yang dilakukan oleh the global fund fight AIDS (GF) memperoleh kasu s malaria tertinggi terdapat di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku. Data API 2007 menunjukkan jumlah kasus sebesar 8,94 per 1000 penduduk dan API 2009 sebesar 8,94 per 1000 penduduk. Survei

Riskesdas 2013 di Provinsi Maluku menunjukkan angka insiden malaria sebesar 3,8% dengan prevalensi malaria 10,7%. Hasil analisis tren penyakit malaria tahun 2010-2013 menunjukkan peningkatan dengan masih didominasi malaria yang disebabkan Plasmodium falcifarum dan Plasmodium vivax. Kasus malaria mencapai puncaknya pada bulan Februari, Maret, dan Mei yang merupakan peralihan muson barat ke muson timur, dengan suhu udara antara 26 - 28°C, serta curah hujan dan kelembapan yang cukup tinggi.

 

Kata Kunci: Malaria, kelembaban, curah hujan, Plasmodium spp

(Semuel Sandy dkk., Medika 2016, Tahun ke XLII, No. 12, p. 640 - 646)

 

Pendahuluan

 

World Health Organisation (WHO) menyatakan bahwa malaria masih merupakan permasalahan kesehatan, di mana setengah penduduk dunia terkena malaria. Malaria menyebabkan 1,5-2,7 juta orang meninggal setiap tahun. Diperkirakan 207 miliar penduduk dunia terkena malaria pada tahun 2012, di mana 81% di antaranya berasal dari kawasan Afrika.1,2

 

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya..

MIRNA WIDIYANTI,
EVA FITRIANA, EVI IRIANI
Balai Penelitian dan Pengembangan Biomedis Papua

 

Abstract

Tuberkulosis (TB) has long been an infectious disease endemic in Indonesia and currently Indonesia is ranked the five countries with the highest TB burden in the world. HIV-TB co-infection is currently the main cause of mortality in the world caused by the infectious agent. Objective: To determine characteristic for tuberkulosis in patient co-infected with HIV/AIDS in Mitra Masyarakat Hospital Mimika, Papua. The study was observasional analytic cross-sectional design, using medical records as the study sample. The sample consisted of 67 cases of patient with HIV/AIDS the periode from January to April 2015. The Statistical test used Fisher exact test. The group of patient with HIV-TB co-infection is more prevalent in the age of 15-35 years (87.5%), female (78.8%), patients who attend school at the secondary level and above (80.4%), unemployed (83.4%), patients unmarried (87.5%), CD4 <350 cells/mm³ as much 89.2% and patients with Hb<12 g/dL as 78.9%. There was no relationship between all variables with the occurrence of tuberkulosis in patients co-infecte d with HIV/AIDS.

Key words: CD-infection, HIV, tuberculosis

 

Abstrak

Tuberkulosis (TB) sejak lama merupakan penyakit menular yang endemis di Indonesia dan saat ini berada pada ranking kelima  egara dengan beban TB tertinggi di dunia. Saat ini, koinfeksi HIV-TB merupakan penyebab mortalitas utama di dunia dikarenakan oleh agen infeksius tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dengan HIV/AIDS yang mengalami koinfek si tuberkulosis di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Mimika Papua. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang ini menggunakan rekam medik sebagai sampel penelitian. Sampel terdiri dari 67 kasus pasien HIV/AIDS periode Januari – April 2015. Uji statistik yang digunakan adalah uji Fisher exact test. Hasil [enelitian menunjukkan kelompok pasien koinfeksi HIV-TB lebih banyak terdapat pada usia 15-35 tahun (87,4%); perempuan (78,8%); pasien yang bersekolah pada tingkat menengah dan atas (80,4%); tidak bekerja (83,4%); pasien yang belum menikah (87,5%); CD4 <350 sel/mm³ sebanyak 89,2%; dan pasien yang memiliki kadar Hb<12 g/dL sebanyak 78,9%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara semua variabel dengan terjadinya koinfeksi tuberkulosis pada pasien HIV/AIDS.

Kata kunci: Koinfeksi, HIV, tuberkulosis

(Mirna Widiyanti dkk., Medika 2016, Tahun ke XLII, No. 12, p. 647 - 651)

 

 

Pendahuluan

Human Immunodeficency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) adalah masalah besar yang mengancam Indonesia dan banyak negara di seluruh dunia. Indonesia merupakan negara dengan percepatan pening katan epidemi HIV yang tertinggi di Asia. Secara nasional, angka estimasi prevalensi HIV pada populasi dewasa adalah 0,2% dengan estimasi jumlah orang dengan HIV/AIDS di Indonesia sekitar 190.000-400.000.

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya..

SEMUEL SANDY,

IMAN HS SASTO,

MARDI RAHARDJO PARDI

Balai Litbang Biomedis Papua

 

 

Abstract

Malaria health problems in society that can lead to death, especially in high-risk groups ie infants, toddlers, and pregnant women. The disease is still endemic in most parts of Indonesia. Maluku province is a malaria endemic area. Activities mass blood survey (MBS) conducted by the global fund to fight AIDS (GF) obtained the highest malaria cases Nusa Tenggara Timur (NTT) and Maluku. Data Annual Paracite Incidence (API) in 2007 of 8.94 per 1000 population and Annual Paracite Incidence (API) in 2009 and amounted to 8.94 per 1000 population in Maluku. Riskesdas survey in 2013 in the province of Maluku shows malaria incidence rate of 3.8% with a 10.7% prevalence of malaria. Results of trend analysis of malaria in 2010-2013 showed an increase with still dominated malaria caused by Plasmodium vivax and Plasmodium falcifarum. Malaria cases peaked in February, March and May that is midway west monsoon to monsoon east with temperatures between 26-28 ° C, as well as rainfall and humidity are high. Keywords: Malaria, humidity, rainfall, Plasmodium spp

 

Abstrak

Malaria merupakan permasalahan kesehatan di masyarakat yang dapat menyebabkan kematian, terutama pada kelompok risiko tinggi, yaitu bayi, anak balita, dan ibu hamil. Penyakit ini juga masih endemis di sebagian besar wilayah Indonesia. Provinsi Maluku merupakan daerah endemis malaria. Kegiatan mass blood survey (MBS) yang dilakukan oleh the global fund fight AIDS (GF) memperoleh kasu s malaria tertinggi terdapat di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku. Data API 2007 menunjukkan jumlah kasus sebesar 8,94 per 1000 penduduk dan API 2009 sebesar 8,94 per 1000 penduduk. Survei

Riskesdas 2013 di Provinsi Maluku menunjukkan angka insiden malaria sebesar 3,8% dengan prevalensi malaria 10,7%. Hasil analisis tren penyakit malaria tahun 2010-2013 menunjukkan peningkatan dengan masih didominasi malaria yang disebabkan Plasmodium falcifarum dan Plasmodium vivax. Kasus malaria mencapai puncaknya pada bulan Februari, Maret, dan Mei yang merupakan peralihan muson barat ke muson timur, dengan suhu udara antara 26 - 28°C, serta curah hujan dan kelembapan yang cukup tinggi.

Kata Kunci: Malaria, kelembaban, curah hujan, Plasmodium spp

(Semuel Sandy dkk., Medika 2016, Tahun ke XLII, No. 12, p. 640 - 646)

 

Pendahuluan

World Health Organisation (WHO) menyatakan bahwa malaria masih merupakan permasalahan kesehatan, di mana setengah penduduk dunia terkena malaria. Malaria menyebabkan 1,5-2,7 juta orang meninggal setiap tahun. Diperkirakan 207 miliar penduduk dunia terkena malaria pada tahun 2012, di mana 81% di antaranya berasal dari kawasan Afrika.1,2

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya..

Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish