NICHOLAS WIJAYANTO,

ANDREW KENCANA

Alumnus FK UKRIDA, Jakarta

 

Pendahuluan

Penyakit kardiovaskular masih merupakan masalah kesehatan yang utama di Indonesia, karena menyebabkan tingginya angka perawatan dan kematian. Sudah diketahui secara luas bahwa banyak faktor risiko dari penyakit kardiovaskular merupakan faktor yang dapat dimodifikasi, baik dengan perubahan gaya hidup atau denga n penggunaan terapi farmakologis. Beberapa faktor risiko tersebut adalah merokok, adanya riwayat hipertensi, dan kadar kolesterol LDL yang tinggi.1 

Kolesterol LDL merupakan salah satu fakto r utama yang menyebabkan terjadinya Atherosclerotic Heart Disease. Seperti diketahui, 60-70% kolesterol di dalam tubuh terdapat dalam bentuk LDL, di mana LDL sendiri merupakan faktor utama terbentuk nya Atherosclerotic plaque.2 

The National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel III (NCEP ATP III) pada tahun 2004 merekomendasikan penurunan kadar lipid secara intensif bagi pasien yang telah memiliki penyakit kardiovaskular, atau bagi pasien yang memiliki beberapa faktor risiko yang akan menyebabkan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular sebesar 20% dalam waktu 10 tahun.3 

Beberapa guidelines merekomendasikan statin sebagai pengobatan farmakologis lini pertama untuk menurunkan kadar LDL pada pasien. Statin (HMG-CoA reductase) merupakan penghambat kompetitif untuk menurun kan biosintesis lipid. Beberapa Randomized Clinical Trial menunjukkan bahwa statin menurunkan kejadian penyakit kardiovaskular, di mana efek statin sendiri adalah menurunkan progresivitas dari pembentukan Atherosclerotic plaque.4,5

 

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya..

Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish