Owen J, McEwan C, Nesbitt H, et Al.

PLoS One. 2016 Dec 30; 11(12): e0168088

doi: 10.1371/journal.pone.0168088

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28036332

 

Hipoksia telah terbukti menjadi factor kunci dalam menghambat berhasilnya pengobatan tumor padat. Berbagai strategi untuk mengurangi hipoksia menunjukkan memiliki keterbatasan dan memberikan efek samping yang merugikan. Tujuan dari studi ini adalah untuk meneliti potensi untuk mengura ngi hipoksia tumor menggunakan suspense oral nanobubbles oksigen yang akti f dan stabil. Percobaan dilakukan pada tumor xenograft tikus sebagai model kanker pankreas pada manusia (sel BxPc-3 pada tikus SCID jantan). Dosis tunggal sebanyak 100 μL oksigen larut air, nanobubbles oksige n atau nanobubbles argon diberikan melalui gavage. Beberapa hewan dikorbankan selama 30 menit setelah pengobatan (3 per kelompok) dan ekspresi protein hypoxi a-inducible-factor-1α (HIF1α) diukur menggunakan reaksi rantai polimerasi kuantita tif dan analisis blot Western jaringan tumor yang dipotong. Baik oksigen larut air maupun nanobubbles argon menghasilkan perubahan yang secara statistik signifikan pada ekspresi HIF1α saat tingkat transkripsi. Sebaliknya, penurunan 75% dan 25% yang terjadi pada ekspresi transkripsi dan translasi HIF1α (P<0,001) ditemukan pada hewan yang mendapatkan nanobubbles oksigen. Besarnya penurunan ini telah terbukti pada studi-studi sebelumnya sebanding dengan peningkatan hasil pengobatan radiasi dan pemberian obat. Selain itu, terdapat penurunan yang signifikan pada ekspresi vascular endothelial growth factor (VEGF) pada kelompok ini dan peningkatan yang sesuai pada ekspresi arrest-defective protein 1 homolo g A (ARD1A).


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish