Farzan SE, Gossai A, Chen Y, et Al

Environt Health. 2016 Nov 8; 15(1): 106

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27825389

 

Diabetes Melitus Gestasional (GDM) merupakan komplikasi kehamilan yang paling sering terjadi dengan efek merugikan bagi ibu dan anaknya. Bukti-bukti yang terkumpul menyarankan peran potensial paparan arsenik (As) dalam pengembangan GDM. Peneliti menginvestigasi hubungan antara paparan As dengan risiko intoleransi glukosa dan GDM pada 151 perempuan yang terdaftar dalam New Hampshire Birth Cohort Study. Arsenik diukur dalam tampungan air rumah tangga melalui biomarker (urin ibu dikumpulkan pada 24-28 minggu kehamilan dan sampel kuku ibu dikumpulkan pada 2 minggu setelah melahirkan). Hasilnya, sebanyak 105 (9,1%) wanita didiagnosis intoleransi glukosa dan 14 (1,2%) wanita didiagnosis GDM. Sebanyak 10,3% perempuan memiliki air As dengan level di atas 10 mg/L, dengan rata-rata As pada level 4,2. Setiap peningkatan 5 μg/L pad a konsentrasi As seperti air rumah tangga dikaitkan dengan 10% peningkatan kemungkinan GDM (OR: 1,1, 95% CI 1,0, 1,2). Hubungan positif dan signifikan secara statisti k juga diamati antara kuku As dan GDM (OR: 4,5, 95% CI 1,2, 16,6), tapi tidakpada arsenik urin (OR: 0,8, 95% CI 0,3, 2,4). Dalam analisis bertingkat, hubungan antara air As dan GDM dan intoleransi glukosa sebagian besar terbatas pada wanita obesitas (OR: 1,7, 95% CI 1,0, 2,8). Temuan ini menunjukkan peranan paparan As melalui air dari rumah tangga pada insiden GDM dan hubungannya yang dapat dimodifikasi dengan komposisi tubuh.


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish