This research is aimed to find out the correlation between demographic characteristic, lifestyle and behaviour of patients related to dermatophytoses. This  cross sectional study with consecutive sampling method was conducted on mid July-August 2014 by giving questionnaire to 307 patients who came  to  skin division in Puskesmas X. Data from questionnaire were analyzed using SPSS version 17. The result was processed using the chi-square test, Fisher’s exact test, Kolmogorov-Smirnov test  and  T-test.  There are four correlat­ed variables which are; age (P= 0.0012), signs of red patch (P= 0.000), signs of “ lenting” (0.006) and patients who easily or has a lot of sweat (P= 0.005).  It was concluded there is a correlation between demographic characteristic, lifestyle and behaviour of patients related to dermatophytoses.  

 

Key words: demographic characteristic, life style, behaviour of patients, dermatophytoses 

 

Abstrak

Penyakit jamur mikosis superfisialis merupakan penyakit yang banyak ditemukan di Indonesia. Sebagian besar penyakit ini disebabkan oleh golongan dermatofita (dermatofitosis) dan insidennya masih tinggi. Pada umumnya, penanganan dermatofitosis dapat diobati dengan baik. Akan tetapi, muda­h terjadi infeksi berulang. Oleh karena itu, edukasi dan penyuluhan yang tepat guna dan tepat sasaran kepada penderita jamur dermatofitosis, terutama di Puskesmas selaku pusat pelayanan kesehata­n primer, penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara karakteris­tik demografi, gaya hidup, dan perilaku  pasien terkait dengan penyakit dermatofitosis. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan metode consecutive sampling berupa pengisian kuesioner yang dilakukan pada pertengahan Juli sampai Agustus 2014, dengan total responden 307 orang. Data diolah dengan program SPSS versi 17. Hasil penelitian diolah dengan uji chi-square, uji Fisher’s exac­t, uji Kolmogorov-Smirnov, dan uji T-test. Didapatkan empat variabel yang bermakna, antara lain usia (P= 0,0012), keluhan berupa bercak merah (P= 0,000), keluhan berupa lenting (0,006), dan tipe muda­h berkeringat/berkeringat banyak (P= 0,005). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapa­t hubungan antara karakteristik demografi, gaya hidup, dan perilaku pasien dengan penyakit dermatofitosis.

 

Kata kunci: karakteristik demografi, saya hidup, perilaku pasien, dermatofitosis

 

(Eva Riani, Medika 2015, Tahun ke XLI, No. 7, p. 412–418)

Artikel lengkap khusus PELANGGAN, silahkan Login di BERANDA.

 


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish