Departemen Kesehatan RI menemukan 0,5–1,5% penderita PJK dan 7,0–12,1‰ pende­rita stroke di Indonesia. Diikuti dengan gaya hidup yang tidak sehat, tidak meng­heran­kan bahwa prevalensi kasus-kasus tersebut masih tinggi dan kerap menjadi beba­n kesehatan masa kini.1

Baik kasus PJK maupun stroke memiliki hubungan kuat sebagai akibat pembentukan plak aterosklerosis seiring akumulasi LDL dari berbagai sumber dan faktor risiko lain dari perubahan gaya hidup masyarakat modern, termasuk kurang olahraga, penggunaan rokok dan minuman beralkohol, beserta makanan olahan. Keberadaan plak tersebut mengakibatkan penyempitan pembuluh darah dan disfungsi endotel yang akhirnya meningkatkan proses inflamasi yang turut mencederai organ yang menjadi target jalur aliran darah tempat ditemukannya plak tersebu­t. Meski keadan tersebut tidak langsun­g memberikan dampak, tetapi proses trombosis, stenosis, dan emboli yang diakibatkan dari sebuah plak aterosklerosisyang ruptur atau mengalami perubahan morfologi dapat mengakibatkan PJK dan stroke yang kerap kali menjadi fatal bagi seluruh pasien dengan dislipidemia dan faktor risiko lain.2 Mortalitas yang diakibatkannya sudah mencapai angka 8,7% dan 15,9%pada tahun 2007.3 Hubungan antara kejadian PJK dan ukuran plak dibuktikan oleh Atherosclerosis Risk in Communities (ARIC). Peningkatan tebal tunika intima sebesar 0,019 mm meningkatkan risiko infark miokard sebesar 36%. Rerata tebal tunika intima lebih dari 1,15 mm pun membentuk kecenderungan 94% peluang terjadinya PJK.4 Permasalahan tersebutlah yang kini turut menjadi perhatian target terapi untuk mencegah perburukan kasus PJK dan stroke. Pencegahan, terbentuknya plak juga sudah ditekankan dalam bera­gam literatur beserta prognosis yaitu bagi pasien dengan diagnosis tersebut, tetapi korelasi perbaikan klinis dan insiden dengan pembentukan plak aterosklerosis belum banyak dibicarakan.

Rosuvastatin diproduksi dengan misi yang sama dengan praktisi kesehatan untuk menekan angka kematian akibat penyakit non-infeksi tersebut. Reduksi dari progresivitas plak aterosklerosis menjadi kunci utama dan banyak kajian baru mengenai terapi langsung terhadap keberadaan plak ate­rosklerosis. Artikel ini diharapkan mampu menjadi pembuka wawasan akan pentingnya penggunaan rosufer dalam tatalaksana beraga­m komplikasi dari dislipidemia, terutama pada mereka dengan PJK dan stroke.

Artikel lengkap khusus PELANGGAN, silahkan Login di BERANDA.

Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish