all were consecutively selected among people attending Legok PHC between 17-24 September 2012. Statistical analyses were done usin­g Generalized Linear Model procedures. In case vs control groups, there were 14 (35%) vs 7 (17.5%) high-dose non-filtered cigarette smokers, 10 (25%) vs 7 (17.5%) low-dose non-filtered cigarette smokers, 9 (22.5%) vs 5 (12.5%) high-dose filtered cigarette smokers, and 7 (17.5%) vs 21 (52.5%) low-do­se filtered cigarette smokers. Compared to respondents smoked low-dose filtered cigarette, the risk of contracting pulmonary TB were significantly higher among respondents smoked high-dose non-filte­red cigarette, low-dose non-filtered cigarette or high-dose filtered cigarette (OR=6, 4.3 and 5.4, respec­tively;  P-value=0.005, 0.03 and 0.01, respectively). Reduce cigarette smoking and used filtered cigarett­e may help to reduce the risk of pulmonary TB.

Keywords: dose, type of cigarette, pulmonary TB infection

 

Abstrak 

Tuberkulosis (TB) paru adalah salah satu masalah kesehatan di Indonesia,  termasuk di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Legok, Tangerang, di mana sebagian besar pasien TB paru adalah perokok aktif, rokok non-filter. Penelitian case-control ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dosis dan jenis rokok dengan infeksi TB paru pada perokok usia ≥ 25 tahun. Kelompok kasus terdiri dari 40 pasien TB dan kelompok kontrol terdiri dari 40 pasien non-TB yang dipilih secara consecutive non-rando­m sampling di antara pasien yang datang ke Puskesmas Kecamatan Legok pada 17-24 September 2012. Analisis statistik dilakukan menggunakan Generalized Linear Model.  Pada kelompok kasus vs kontro­l, terdapat 14 responden (35%) vs 7 responden (17,5%) perokok non-filter dosis berat, 10 respon­den (25%) vs 7 responden (17,5%) perokok non-filter dosis ringan, 9 responden (22,5%) vs 5 responden (12,5%) perokok filter dosis berat, dan 7 responden (17,5%) vs 21 responden (52,5%) perokok filter dosis ringan. Dibandingkan dengan responden perokok filter dosis ringan, risiko infeksi TB paru lebih besar bermakna pada responden perokok non-filter dosis berat, non-filter dosis ringan, dan filter dosis berat (berturut-turut adalah OR=6; 4,3 dan 5,4; P-value=0,005; 0,03 dan 0,01). Mengurangi konsumsi rokok dan/atau menggunakan rokok filter dapat membantu mengurangi risiko TB paru.

Kata kunci: dosis, jenis rokok, infeksi TB Paru

 

Artikel lengkap khusus PELANGGAN, silahkan Login di BERANDA.

Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish