Sementara itu, menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional 2001, sebanyak 57,7% penduduk Indonesia melakukan pengobatan sendiri, 31,7% menggunakan obat tradisional, dan 9,8% memilih cara  pe-ngobat­an tradisional. Sedangkan pada 2004 penduduk Indonesia yang melakukan pengobatan sendiri meningkat menjadi 72,44 %, di mana 32,87% di antaranya menggunakan obat tradisional.

Potensi alam Indonesia yang begitu kaya dan telah meng­guna­kan obat tradisional berpuluh-puluh tahun tentu saja harus terus dikembangkan melalui penelitian-penelitian atau uji klini­s berkelanjutan, mulai dari pe­milihan bibit , proses penanaman, saat panen, pasca-panen hingga fitofarmaka sehingga para dokter tanpa ragu dapat jug­a menggunakan obat-obatan berbahan dasar herbal, baik da­lam tahap promotif, preventif, kuratif, maupun paliatif.

PT SOHO Global Health yang merupakan metamorfosa dari PT SOHO Group merupakan pelopor obat berbahan dasar herbal selama bertahun-tahun yang memfokuskan diri pada pengembangan bahan alam untu­k masyarakat Indonesia yang lebih baik dengan inovasi-inovasi yang terus dilakukan, baik lokal maupun internasional. Perusahaan ini mempunyai visi Indonesia lebih sehat dan lebih alami. Salah satu bentuk komit­men­nya adalah dengan meng­adakan seminar bagi para dokte­r bertajuk The 1st Natural Wellness Symposium yang diseleng­garakan di 7 kota, yaitu Jakarta, Semarang, Makasar, Medan, Bandung, dan Surabaya. The 1st Natural Wellness Symposium Surabaya dilaksana­kan pada 22 Juni 2014, di Grand City Convention & Exhibition Centre.  Simposium ini dikemas dengan begitu lengkap, menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, dan memper­ke­nal­kan produk-produk unggu-lan yang telah memiliki evidence based. Dalam simposium ter­sebu­t, dibahas mengenai pe- ng­obatan komplementer dan alternatif, manfaat Astaxanthin bagi kesehatan, pengobatan jaringan parut dan inovasinya, manfaat BioCurcumin, hemostatik alami untuk luka dan   imunomodulator dalam penya­kit infeksi, manfaat Fucoidan dalam pengobatan gastritis kronis, D-Ribose sebagai inti energi, serta terapi suportif alami untuk tuberkulosis.

Karena komitmennya juga, pelopor obat berbahan dasar herbal ini mendapatkan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Beberapa produk obat berbahan dasar herbal yang dihasilkannya antara lain Asthin Group, Dermakel dan Dermakel kids, Ginsana,Viatril-S, Fucoidan 100, Solac, Enercore, Stobled, BioCurliv, Imboost Force, BioCurkem, Noroid, Fortibi, DEHA-F, Curvit, Pediagrow, Curvit Cl, dan masih banyak lagi. Produk-produk tersebut dikelompokkan kedalam imuno­modulator, multivitamin, cancer, antioksidan dan nutrisi, muskuloskeletal dan bedah, ophtalmologi, gastroenterohepatologi, kebidanan dan kandungan, endok­rinologi dan metabolik, serta neurologi. (Nisa)


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish