Hal tersebut disampaikan Mr. Volker Kharmann, Marketing Manager - Global Marketing PT BSN dan DR. Alessandro Corsi, MD, dalam Cutimed Scientific Gala Dinner, yang digelar di Four Season Hotel, Jakarta, 27 September 2014. Acara yang dimeriahkan live music dan attractive dance, serta performance dari Saung Angklung Udjo dan Kahitna tersebut dihadiri sekitar 300 undangan dokter dan perawat dari seluruh Indonesia. Perusahaan yang berpusat di Hamburg, Jerman, juga meluncurkan logo baru salah satu produk andalannya, Cutimed®.

Dalam welcome speech, Bapak Stanley CH Budihardja, Regional Director South East Asia, mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan dukungan para dokter dan perawat yang telah terjalin selama 13 tahun. “Kini kita memasuki era baru, yaitu era BPJS. Artinya, rakyat Indonesia semakin memiliki akses yang lebih mudah kepada pelayanan kesehatan. Kita harus lebih mempersiapkan diri agar meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien,” ungkap Pak Stanley.

“Karena itu, kami menghadirkan produk untuk manajemen luka kronik berdasarkan jenisnya, yaitu necrotic, infected, sloughy, dan granulating wounds, serta epithelialisation,” jelas Mr. Volker. 

Salah satu keunggulan utama yang dimiliki oleh dressing Cutimed® Sorbact adalah teknologi DACC (dialkyl carbamoyl chloride). Cutimed® Sorbact didesain mempunyai sifat hidrofobik yang berfungsi sebagai media untuk “menangkap” dan “memindahkan” mikroorganisme dari luka, seperti Staphylococcus aureus, Streptococci, Escherichia coli, dan Pseudomonas aeruginosa. Seperti diketahui, sifat hidrofobik merupakan sifat dari membrane sel bakteri yang sangat esensial bagi mikroorganisme karena melindungi mitokondria dan intisel dimana merupakan tempat sel berkomunikasi, mengikat molekul nutrisi, tempat "beristirahat", dan sebagai perlindungan dari fagositosis. “Produk ini secara natural akan berinteraksi dengan bakteria seperti halnya sifat hidrofobik sehingga tidak diperlukan antibiotik dan tidak akan terjadi resistensi antimikroba,” terangnya.

Bagaimana patogen menginfeksi luka? Untuk memulai infeksi, patogen perlu memasuki jaringan yang rusak. Mikroba akan mengikat protein dalam luka melalui interaksi hidrofobik dan interaksi muatan oleh receptor-like cell surface proteins yang disebut CSH (cell surface hydrophobicity). Melalui mekanisme hidrofobik inilah bakteri menetap dan berlindung dari mekanisme pertahanan tubuh. Bakteri kemudian memproduksi enzim dan racun sehingga dapat menyebar dengan cepat serta menyerang jaringan tubuh untuk mendapatkan nutrisi atau untuk menonaktifkan mekanisme pertahanan tubuh. “Karena bakteri mempunyai karakteristik hidrofobik maka dressing dengan sifat hidrofobik mampu secara fisik mengikat bakteri dan memindahkannya dari luka. Jadi, tidak ada bakteri yang mati. Artinya, tidak ada risiko reaksi citotoksin, gejala sistemik, atau resistensi bakteri,” jelas DR. Corsi.

Perusahaan ini juga melengkapi jajaran produknya untuk penanganan eksudat. Hasil uji klinis menempatkan produk dressing ini lebih unggul dari produk lain, seperti kecepatan dalam kapasitas daya serap. Artinya, daya serap yang cepat menjamin bahwa dressing langsung menyerap eksudat segera setelah diaplikasikan. Selain itu, juga mampu menangani cairan secara total dan menyerapnya dengan eksudat viskositas tinggi (2ml/jam). Contohnya adalah Cutimed® Siltec. Produk ini mampu menyerap eksudat secara vertikal sehingga menjamin bahwa eksudat akan terkonsentrasi pada luas luka saja, sehingga memperkecil terjadinya maserasi di sekitar luka. Ada pula Clinical Initiative melalui VERUM atau VEnous Return and Ulcer Management dengan dua konsep terapi, yaitu edema besar dan mengurangi edema. Perawatannya dilakukan dua hingga dua belas minggu, tergantung status luka.

Luka itu sendiri dibagi dalam beberapa jenis, seperti luka traumatik (terbakar, cairan kimia); neurogikal (diabetes, neuropati);vascular (arterial, vena, limpatik, diabetes); infeksi (leishmaniasis, Madura foot, pioderma, abses); dan lainnya (hipertensi, vaskulitis, malnutrisi, kanker).“Perawatan luka sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan evolusi, memilih pengobatan yang tepat, kontrol nyeri, kontrol kelembaban, debridemen, meningkatkan kesembuhan, dan kontrol infeksi,” terang DR. Corsi. Pemilihan dressing yang tepat dapat menjadi kunci utama dalam manajemen luka. Salah satunya meminimalisir penggunaan antibiotik. Semakin sedikit pemakaian antibiotik, semakin sedikit resistensi bakteri, efek samping citotoksin, efek bakterisidal, serta biaya yang dikeluarkan pasien.

Logo Cutimed® terbaru kini hadir dengan tiga buah lingkaran yang saling berkaitan atau mempunyai ikatan satu dengan yang lain. Masing-masing lingkaran menggambarkan sifat rasional, emosional, dan sosial. Rasional berarti solusi yang dapat diandalkan dengan teknologi tinggi. Emosional artinya membantu dan memudahkan dokter dan perawat dalam perawatan luka yang efektif dan efisien. Sedangkan sosial berarti kenyamanan dan kesembuhan merupakan kerja sama antara dokter, perawat, dan produk yang digunakan.             u (Dian?A.)


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish