Demam tifoid adalah pe­nya­kit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonellaenteritica, khususnya serotip Salmonella typhi. Bakteri ini terma­suk kuman gram negatif yang memiliki flagel, tidak berspora, motil, berbentuk batang, berkapsul, dan bersifat fakultatif anaerob. Bakteri Salmonella typhi masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang ter­cemar atau dikenal juga sebag­ai food-borne disease dan water-borne disease. Sebagian bakteri dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian masuk ke usus halus hingga mencapai jaringan limfoid plak Peyeri di ileum terminalis yang hipertrofi. Apabila terjadi komplikasi perdarahan dan perforasi intestinal, bakteri menembus lamina pro­pia, masuk aliran darah melalui duktus torasikus. Gejala yang dirasakan penderita antara lain demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pencernaan (mual, muntah, nye­ri perut, konstipasi, atau diar­e) dengan atau tanpa ganggua­n kesadaran.

14.06-KEG11-GBR1Pengobatan demam tifoid ter­utama ditujukan untuk mem­bu­nuh bakteri penyebab de­ngan antibiotik yang sesuai untu­k gram negatif. Pada pamera­n di acara 15th Jakarta Antimicrobial Update 2014 in conjunction with 20th Congress of Indonesian Society of Tropical Medicine and Infectious Disease Consultant, salah satu per­usa­ha­­an farmasi terbaik di Indonesia, PT Pharos Indonesia mempromosikan produk terbaru­nya yaitu Infusion Quinobiotic yang mengandung siprofloksasin 2 mg/ml. Produk ini merupakan inovasi dari siprofloksasin 500 mg oral sebelumnya dan ditujukan untuk pasien yang tidak bisa diberikan siprofloksasin se­car­a oral sehingga pengobatan antibiotiksecara infus tetap dapa­t dilakukan.

Siprofloksasin merupakan antibiotik golongan fluro­kuinolon generasi kedua yang bekerja dengan cara mempengaruhi enzi­m DNA gyrase pada bakteri. Siprofloksas indiperkenalkan pertam­a kali pada 1987 dan diguna­kan untuk membunuh bakteri gram positif dan negatif. Namun, antibiotik ini memiliki spektrum yang lebih luas terhadap bakteri gram negatif daripada gram positif.

Wallace (1993) melakukan uji klinis acak membandingkan seftriakson dengan siprofloksasin untuk terapi demam tifoid dengan kultur darah positif. Hasil­nya menunjukkan kegagalan klinis ditemukan pada 6 pa­sien (27%) kelompok seftriakso­n, sedangkan pada kelompok siprofloksasin tidak ditemukan (p=0,01). Kemudian, terapi untuk keenam pasien tersebut diganti dengan sipro­floksasin dan pasien menjadi  afebris serta gejala menghilang dalam 48 jam. Hal ini berarti bah­wa siprofloksasin merupa­kan pilihan terapi yang ber­manfa­at pada daerah di mana strain multiresisten mungkin ditemukan.

Penelitian lain oleh Girgis (1999) dilakukan dengan uji  klini­s acak pada 123 pasien dewasa dengan demam dan gejala tifoid tanpa  komplikasi dengan tujuan membandingkan efikasi klinis dan bakteriologis dari azitro­misin serta siprofloksasin untuk  demam  tifoid. Resistansi multiobat terhadap ampisilin, kloramfenikol,dan trimetoprim-sulfametoksazol ditemukan pad­a 21 isolat dari 64 pasien dengan kultur positif. Dari ke-64 pa­sien ini, 36 menerima azitromisi­n oral 1 g satu kali seha­ri pada hari pertama, dilanjut­kan 500 mg oral satu kali sehari selama 6 hari berikutnya. Sebanyak 28 pasien menerima siprofloksasin 500 mg oral dua kali sehari selama 7 hari.  Hasilnya menunjukkan bahwa  azitromisin dan siprofloksasin  sama-sama  efektif,  baik  secara  klinis maupun bakteriologis, untu­k terapi demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif maupun Salmonella typhi yang resistan multiobat.

Siprofloksasin infus (Infusion Quinobiotic) diberikan secara infus intravena lambat dalam waktu lebih dari 60 menit. Larutan infus dapat diberikan baik secara langsung atau setela­h dicampur dengan larutan infus lain. Larutan infus siprofloksasin cocok dengan larutan air steril untuk injeksi; natrium klorida 0,9%; dextrose 10%;dextrose 5%; dextrose 5% dan natrium klorida 0,225%; serta dextrose 5% dan sodium klorida 0,45%. Sedangkan laruta­n infus siprofloksasin tidak cocok dengan larutan asam amino dan sodium bikarbonat.  (KK)

 


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish