1312-Keg1-PersiRS merupakan sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya. Sebagai sebuah institusi perawatan yang besar dan diandalkan oleh masyarakat rumah sakit merupakan benteng terakhir untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Di Indonesia masih banyak masalah yang terjadi di dalam RS seperti jumlah perbandingan ranjang dengan masyarakat berpeng­hasilan rendah, pelayanan yang kurang, biaya kesehatan mahal, jaminan kesehatan, tingginya angka infeksi nosokomi­al dan masalah-masalah yang lain.

Contoh data yang didapat dari Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) menunjukkan bahwa perbandingan antar­a jumlah ranjang RS dengan jumlah penduduk Indonesia ialah 10 ribu penduduk berbanding 6 ranjang, angka itu sangat jauh dari standar RS seharusnya. Lalu pada tahun 2004, data Kemenkes menunjukkan presentasi terjadinya infeksi nosokomial sebesar 9,7% di 11 rumah sakit di Jakarta. Untuk itu perlu diberlakukannya lagi penelitian standar akreditasi dari setiap RS diseluruh Indonesia agar setiap permasalahan yang terjadi dapat diata­si dengan baik.

Acara ini selain sebagai wadah untuk sosialisasi program layanan kesehatan dan jaminan kesehatan, juga sebagai ajang promosi bagi perusahaan farmasi dan perusahaan peralatan keseh­atan dari berbagai negara. Dalam pembukaan acara tersebu­t dr.Sri Rachwani, Mkes, MHkes, sebagai ketua pelaksana menjelaskan bahwa acara tersebut bertujuan membina setia­p organisasi perumah­sakita­n untuk memberikan perubah­an pelayanan kesehatan yang akan datang menjadi lebih baik.

”Untuk kedepannya banyak sekali layanan kesehatan serta jaminan kesehatan yang memulai program barunya, oleh karena itu acara ini bisa sebagai sarana informasi bagi setiap rumah saki­t untuk sharing program kesehatan dan jaminan kesehatannya,” tambahnya.

DR.dr.Sutoto, Mkes dalam sambutannya juga menyampaikan, bahwa dengan adanya seminar ini dapat memberikan perubahan pelayanan kesehatan menjadi lebih baik. “Acara ini diadakan untuk memberikan hal yang positif dan berkontribusi dalam memberikan informasi pelayanan kesehatan”, ujarnya.

“Diharapkan dengan ke­giatan ini dapat dimanfaatkan oleh semua insan perumah­sakita­n di Indonesia untuk membuka wa­wasan dan ide-ide baru dalam membuka wahana untuk saling berkomunikasi sesama insa­n perumahsakitan dan industri peralat­an kesehatan,” lanjutn­ya.

Di tempat yang sama perwakil­an dari Kemenkes Prof. DR.dr Akmal Taher, SpU (K) juga memberikan sambutan dalam peresmian acara ini. Dalam sambutannya beliau menyampaikan pesan dari ibu Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH bahwa acara ini diharapkan dengan kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi era globalisasi kesehatan kedepannya.

“Diharapkan dengan acara tersebut dapat menjawab tantanga­n era globalisasi saat ini, dan diharapkan juga kepada semua pimpinan RS yang tergab­ung dalam PERSI dapat mengupaya­kan ketersediaan kebutu­han pelayanan kesehatan bagi semua lapisan masyara­kat,” tutur Prof Akmal.

“RS sebagai rujukan terakhir bagi pasien harus dapat memberikan sarana dan pra sarana yang canggih dan berteknologi tinggi. Selain itu RS juga harus memberikan pelayanan kualitas kesehatan yang bermutu bagi setiap perlindungan keselamatan pasien”, tambahnya.

Acara ini tidak hanya diikuti oleh perusahaan farmasi dan peralatan dari dalam negeri, tetapi dari mancanegara seperti China, Taiwan, Pakistan, Jerman, Amerika, India, dan Korea. Mereka menunjukan kualitas dan kuantitas dari setiap produk yang mereka miliki untuk pelayanan dan alat keseha­tan.  ( Dipo )


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish