Prevalensi DA pada anak di Iran dan China kurang lebih 2%; di Australia, England, dan Scandinavia sebesar 20%. Prevalensi yang tinggi juga didapat­kan di negara Amerika Serikat, yaitu sebesar 17,2%. Data mengenai penderita DA pada anak di Indonesia belum diketahui secara pasti. Berdasar­kan data di Unit Rawat jalan Penya­kit Kulit Anak RSU Dr. Soetomo didapatkan jumlah pasien DA mengalami pening­katan setiap tahun.

1311-keg-9-formulaPenyebab peningkatan pre­valensi DA belum sepenuhnya dimengerti. Riwayat keluarga yang positif mempunyai peran yang penting dalam kerentanan terhadap DA. Penderita DA pada umumnya memiliki kulit yang relatif kering, baik di daerah lesi maupun nonlesi, dengan meka­nis­me yang kompleks dan terkait erat dengan kerusakan sawar kulit. DA ditandai dengan peradangan kulit kronis residif yang disertai gatal. Umumnya terjadi selama masa bayi dan anak. Keadaan ini sering dihu­bungkan dengan peningkatan kadar IgE dalam serum dan riwayat atopi pada penderita atau keluarganya. Masalah tidak hanya timbul pada penderita, tetapi juga melibatkan keluarga.

DA cenderung diturunkan. Bila seorang ibu menderita atopi maka lebih dari seperempat anaknya akan menderita DA pad­a 3 bulan pertama. Bila salah satu orang tua menderita atopi maka lebih separuh anaknya menderita alergi sampai usia 2 tahun dan bila kedua orang tua menderita atopi, angka ini meningkat sampai 75 persen. Kasus DA pada anak muncul pertama kali dalam usia 6 bulan pertama (45%), 60% muncul pada usia satu tahun pertama, dan 85% kasus muncul pertama kali sebelum anak berusia 5 tahun. Lebih dari 50% anak yang terkena DA pada 2 tahun pertama tidak memiliki tanda-tanda sensitisasi IgE, tetapi mereka menjadi jauh lebih peka selama masa DA. Sebagian be­sa­r, yaitu 70% kasus penderita DA anak, akan mengalami remisi spontan sebelum dewasa.

Seperti diketahui, ceramide merupakan komponen lapisan sawar kulit. Hilangnya ceramide di kulit yang berfungsi sebagai molekul utama pengikat air di ruang ekstraselular stratum korn­eum, dianggap sebagai pe­nye­bab kelainan fungsi sawar kulit. Variasi pH kulit dapat menyebabkan kelainan meta­bolis­me lemak di kulit. Kelainan fungsi sawar kulit mengakibatkan peningkatan Trans Epiderm­al Water Loss (TEWL) 2-5 kali normal. Kulit akan semak­in kering dan merupakan tempat terjadinya penetrasi allerg­en, iritasi, bakteri, dan virus. Bakteri pada kulit dengan DA mensekresi ceramidase yang menyebabkan metabolisme cera­mide menjadi sphingosine dan asam lemak. Selanjutnya, ceramide di stratum korneum semakin berkurang sehingga kulit semakin kering.

Selama ini, terapi DA selalu mengutamakan pemberian kortikos­teroid, baik topikal maupun oral. Namun, tidak untu­k di bawah usia 1 tahun mengingat efek ketergantungan dan kondisi yang lebih berat jika terjadi kekambuhan. Secara umum, efek samping dari kortikosteroid topikal termasuk atrofi, striaeatrofise, telangiektasis, purpura, dermatosis akneformis, hipertrikosis setempat, hipopigmentasi, dan dermatitis peroral. Untuk itu, dilakukan pe­ne­li­tian terhadap agen non kortikosteroid sebagai terapi DA.

Dalam penelitian berjudul “The influence of duration therap­eutic of ceramide dominant cream for atopic dermatitis (AD) on infant 0-12 months in Semarang”, Dr. Zuhriah Hidajati, SpA, Msi, Med, dan kawan-kawan membuktikan pengaruh durasi terapi krim dominan ceram­ide (Ceradanâ) untuk DA pada bayi. Metode yang diguna­kan adalah kuasi-eksperimental (pre dan post) pad­a 30 bayi usia 0-12 bula­n yang menderita DA dan belum menerima baik peng­obat­a­n oral atau topikal. Hasilnya, dari 30 bayi (0-12 bula­n) rata-rata usianya 40 hari. Sebagian besar bayi lahir secara spontan (80%) dan sisanya secti­o caesarea. Rata-rata penyembuhan DA setelah di­beri­kan ceramide ada­la­h kurang dari 5 hari (63,3%) dan sisanya pulih lebih dari 5 hari (maksimum 14 hari sembuh). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa krim dominan ceramide terbukti efektif untuk penyembuhan DA pada bayi, dalam waktu rata-rat­a 5 hari, dan tidak ditemukan efek samping selama pengamatan.

Ceradanâ adalah krim domi­na­n ceramide dengan komposisi yang terdiri dari ceram­ide, kolesterol dan asam lemak bebas dalam rasio optimal (3:1:1). Telah diketahui bahwa ceramide sangat penting untuk memulih­kan fungsi sawar kulit. Walau demikian, komponen ceramide saja tidak cukup. Produk andalan Hyphens Pharma Pte. Ltd. ini telah diformulasikan secara khu­sus dalam proporsi tepat yang berpotensi mengembalikan fungsi sawar kulit. Sebuah pene­litian menunjukkan bahwa rasio yang tepat, yaitu 3:1:1 da­pa­t memperbaiki fungsi sawar kulit secara optimal. (Wika)


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish