Pada saat itu juga otak akan memberikan sinyal pada semua otot tubuh untuk menjdi batuk. Batuk juga membantu melindungi paru dari aspirasi yaitu masuknya benda asing dari salura­n napas. Saluran napas disini mulai dari tenggorokan, trakhes, bronchus, bronkhioli sampai ke jaringan paru.

1311-keg-8-solusiBatuk merupakan gejala klinis dari gangguan pada saluran pernapasan dan bukan merupakan suatu penyakit. Batuk sendiri merupakan manifestasi dari penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan bisa disebabkan mulai dari infeksi, alergi (bau, debu, gas dan per­ubahan suhu secara mendadak), inflamasi bahkan keganasan seperti TBC, asma dan kanker paru-paru.

Batuk terdiri dari dua jenis, yaitu batuk berdahak dan batuk kering. Untuk batuk berdahak lebih sering terjadi karena adanya paparan debu, lembab dan alergi pada saluran pernapasan. Pada batuk berdahak produksi dan kekentalan dahaknya akan meningkat seiring dengan terganggunya bulu getar bronchii (silia). Obat ini biasan­ya juga merangsang terjadi­nya batuk supaya terjadi pengeluaran dahak, serta membantu mengencerkan dahak sehing­ga mudah untuk dikeluar­ka­n yang disebut juga mukolitik. Sedangkan batuk kering tidak mengeluarkan dahak dan teng­gor­okan terasa gatal, sehing­ga merangsangnya timbul­nya batuk,

Kedua jenis batuk diatas sangat menggaggu penderitanya. Kondisi ini menjadi­kan seseorang sulit beristirahat, cepat merasa lelah, tenggo­rokan gatal bahkan pada kondisi lain bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah untuk jenis batuk kering. Oleh karena itu diperlukan obat untuk meng­atasi masalah tersebut, seperti batuk berdahak dalam kasus ini diperlukan obat yang berlabel ekspektoran dan obat batuk kering untuk mengatasi batuk kering.

Dalam rangkaian kegiatan Respiratory Care Indonesia (RESPINA) yang diadakan pada tanggal 11-12 Okrober 2013, di JW.Marriot Hotel Jakarta. PT Kimia Farma Tbk sebagai salah satu perusahaan farmasi ter­kemu­ka turut berpartisipasi membuka stan dalam acara tersebut, dengan mengedepankan salah satu obat untuk mengatasi batuk berdahak. Obat dengan tema Double Action for Cough  Therapy (Aksi Ganda untuk Batuk Berdahak) menyediakan dua jenis obat batuk yaitu kapsul dan sirup yang keduanya merupakan Codiprontâ Cum Expectorant.

Codiprontâ Cum Expectorant sendiri mengandung codein yang berfungsi untuk mengatasi batuk berdahak dengan cara kerja lebih lama hingga 8 jam dalam mengatasi frekuensi batuknya dibandingkan dengan codein biasa yang hanya ber­taha­n 4 jam. Codein memiliki afinitas rendah pada reseptor opioid dan efek analgetik yang dimilikinya diakibatkan konversi­nya menjadi morfin. Pemberian codein pad­a dosis yang lebih rendah cukup memberikan efek supresi dibandingkan dosis untuk analges­ik. Selain berisi zat codein, obat ini juga memiliki za-zat aktif lainnya dengan tem­pa­t kerja yang berbeda. Zat-zat aktif tersebut adalah feniltoloksamin, guafenesin dan ekstrak thymi.

Feniltoloksamin mengandung antihistamin yang mempunyai efek pada alergi, sedang­kan guafenesin bersifat mencairkan dan melarutkan dahak, sehingga berfungsi sebagai espek­toran dan terakhir ekstrak thymi bekerja sebagai ekspektoran ringan (pada sirup). Untuk komposisi jenis kapsul dan sirup berbeda. Kapsul mengandung codein anhidrat 30mg, feniltoloksamin 10mg (keduanya dalam bentuk resinat terikat dengan ion-excharger) dan guafenesin 100mg. Sedangkan untuk sirup setiap 5ml mengandung codein anhidrat 11,11 mg, feniltoloksamin 3,67 mg (kedua­ny­a dalam bentuk resinat terikat dengan ion-excharger), guafe­nesi­n 55,55 mg dan ekstra­k thymi cair 55,55 mg.

Dosis penggunaan obat kapsul dan sirup sendiri ber­bed­a dari segi umur penderita. Untuk anak-anak usia 2-4 tahun 1/2 sendok takar @5ml (2,5 ml), untuk usia 4-6 tahun 1 sendok takar @5 ml, untuk usia 6-14 tahun 2 sendok takar @5ml (10 ml) dan untuk usia 14 tahun dan dewasa 3 sendok takar @5ml (15ml) atau 1 kapsu­l. Waktu yang digunakan untuk konsumsi obat ini yaitu pagi dan sore.  (Dipo)


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish