Agust 2013_Kegiatan1_Gambar 1Peserta disuguh­kan materi-materi segar dengan pembicara ahli dalam pelayanan kegawatdaruratan dan bedah. Setiap materi selalu diakhiri denga­n diskusi menarik dan intera­ktif. Tahun ini, perte­mua­n ilmiah tersebut difokus­kan pada pelayanan ga­wat darurat di ruan­g Unit Gawat Darurat (UGD) dan pelayanan bedah di ruang operasi (OK), mengingat keselamatan pasien adalah yang utama.

UGD merupakan baris ter­depa­n pelayanan medis RS. Masalah yang sering terjadi di UGD adalah penumpukan pasien sehingga kemungkinan kesalahan banyak terjadi. Hal yang perlu diingat bahwa UGD bukan tempat rawat inap pasien. Sesuai guidelines, setelah enam jam pasien harus segera dipindah­kan ke ruang rawat. Namun, pad­a kenyataannya, hampir di seluruh RS di Indonesia kewalahan menghadapi penumpukan pasien di UGD. Dengan pe­nanga­nan yang cepat dan tepat, keputusan tindak lanjut dapat segera diambil.

Tidak semua pasien harus dirawat setelah ditangani di UGD. Pasien boleh pulang jika kondisinya aman. Dengan demikian, penumpukan pasien dapat dihindari.

Selain pelayanan kegawatdaruratan, pelayanan di kamar bedah (OK) juga perlu men­dapa­t perhatian serius. Prosedur sign in, time out, dan sign out harus dilakukan dengan baik untuk menjaga keamanan pasien. Kamar bedah merupakan unit di mana proses pe­layanan pembedahan diberikan. Besar kemungkinan terjadi risiko dan angka kasus kecelakaan di kamar operasi cukup tinggi. Pasien akan mengalami cedera apabila dalam pelaksanaannya tidak memperhatikan kondisi pasien, kesiapaan pasien, dan prosedur yang telah ditetapkan.

Tidak hanya materi ilmu yang diberikan sebagai tambahan pengetahuan, dalam acara tersebut diadakan juga pelatihan dalam workshop. Dalam workshop diperkenalkan ber­bag­­ai produk yang dapat diguna­kan untuk membantu pelaksana di UGD dan ruang beda­h dalam menangani pasien serta membuat pasien tetap nyaman. Dengan bantuan alat peraga dan produk yang tersedia, peserta diajak untuk me­nge­nal jenis produk sesuai penanganan yang diperlukan pasien. Salah satu penanganan yang diperagakan yaitu pera­watan luka kronik.

Pada dasarnya, penanganan luka kronik mencakup manajemen eksudat dan infeksi. Untuk luka dengan eksudat dari derajat rendah sampai tinggi dapat digunakan Cutimed? Siltec? yang tersedia dalam beberapa ukuran yang sering digunakan. Produk yang bersifat permeable ini memberikan kenyamanan pada pasien karena tidak memberi­kan rasa sakit saat penggantian dressing. Produk ini tersedia dalam 3 pilihan sesuai kebutuhan daya serap, dari yang rendah sampai yang tinggi. Semakin tebal ukuran dressing, semakin tinggi daya serapnya, dilengkapi efek bantalan sehingga nyaman menempel pada luka. Sedangkan luka infek­si dapat diatasi dengan dressing yang bersifat hidrofobik, yaitu Cutimed? Sorbact?Dressing dengan mekanisme unik ini dapat mengatasi kolo­nisasi dan infeksi bakteri tanpa mengandung zat kimia aktif. Dressing modern dengan lapisan hidrofobik dan derivat asam lemak (dialkylcarbamoyl chloride, DACC) dapat mengikat  dan mengangkat bakteri tanpa melepaskannya kembali. Hal ini terjadi karena prinsip fisika-inter­aksi hidrofobik, di mana bak­teri patogenik dan jamur yang menyebabkan infeksi me­miliki sifat takut air (hidrofobik) tapi suka lemak. Saat bakteri atau mikroorganisme lain ber­kontak langsung dengan dressing luka ini dalam lingkungan yang lembab, mereka akan terikat di permukaan dressing dan terangkat dari luka saat dressing diganti. Pada akhirnya, jumlah bakteri pada luka akan berkurang dan tercipta kondisi optimal dalam proses pe­nyem­buh­an luka secara alami. Terbukti, penggunaan dressing medern ini lebih efektif dan efi­sien dalam penyembuhan luka. Waktu yang dibutuhkan untu­k penyembuhan lebih cepat di­banding dressing konven­siona­l. Dengan demikian, biaya yang dikeluarkan bisa lebih hemat. Jadi, tidak ada anggapan mahal untuk dressing unik ini.

Para peserta menilai pertemuan ilmiah yang terdiri dari seminar dan workshop ini bagus dan menarik. Seperti disampai­kan salah satu perawat dari RS Mitra Kemayoran, “Acaranya menarik, ada diskusi dan me­nam­bah ilmu sekaligus penyegaran. Saya baru pertama kali meng­ikuti acara seperti ini. Selain itu, tambah tema­n”. Harapan peserta, per­temu­an ini dapat berlangsung terus-me­nerus. “Menurut saya, pelatihannya menarik dan suasa­nanya hidup. Mudah-mudah­an berkelanjutan karena bisa menambah ilmu dan pe­nyegar­an. Ini menyenangkan dan menumbuhkan semangat,” ungkap peserta, perawat UGD dari RS Cipto Mangunkusumo. Di samping itu, peser­ta juga ter­kesan dengan para pembicara yang bagus dalam penyampaian materi dan tempa­t acara dirasa nyaman. Hal itu diungkapkan salah satu peserta, dari RS Pelni Petam­buran. Lain halnya dengan penda­pat perawat OK RSCM, “Produk BSN sesuai kebutu­han,” tuturnya.

Secara umum, peserta me­ra­­sa­­­k­an manfaat dari pertemu­an ilmiah ini. Adapun pernyata­an salah satu peserta, “Waktu untuk workshop masih kurang,” ungkap peserta dari RS Carolous, Jakarta. Namun, seperti disam­pai­kan peserta dari RSU Kabu­paten Bekasi, “Materi­nya bagus dan sesuai dengan yang ada di lapangan”. Dengan penyampaian materi secara visual dan workshop dengan demo­strasi disertai praktik langsung, telah membangun motivasi peserta untuk tetap memberikan pe­layan­an terbaik pada pasien dan selalu meningkatkan kualitas diri. (Wika)


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish