HENHEN HERYAMAN

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung Staf Ilmu Penyakit Dalam RS Bhayangkara Sartika Asih, Bandung

 

Hepatitis B adalah infeksi yang disebab­kan oleh virus hepatitis B (HBV), sebuah virus DNA yang mengakibatkan peradangan dan kerusakan sel hati (hepatosit). Berdasarkan kejadiannya, infeksi hepatitis B dibagi menjadi akut dan kronik, dari tanpa gejala sampai dengan gejala berat. Hepatis B kronik (HBK) adalah terdeteksinya HbsAg (hepatitis B surface Antigen) dalam kurun waktu minimal 6 bulan atau kelanjutan dari heptitis B akut.

Read More

Meningkatkan Efisiensi Penegakan Diagnosis Akhir dari Fever of Unknown Origin

 

NALDO SOFIAN

 Dokter PTT Pusat di Puskesmas Magepanda, Kabupaten Sikka – Nusa Tenggara Timur

 

Pendahuluan

 

Fever of Unknown Origin (FuO) menjadi sebuah tantangan diagnosis bagi para klinisi. Dalam periode waktu yang cukup singkat, FuO tidak dapat ditegakkan sehingga rujukan pastilah menjadi jalan termudah seorang klinisi bagi pasiennya untuk mendapatkan manajemen di fasilitas yang lebih

Read More memadai. Namun, menjadi sebuah pertany­aan apakah tepat merujuk pasien dengan FuO semata. Kenyamanan pasien pun dapat terusik akibat besarnya biaya untuk sekadar menegakkan diagnosis. Tulisan ini bertujuan untuk mengulas kembali bagaimana penegakan diagnosis akhir dari FuO. Hanya saja, mengingat telah masuknya Indonesia dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), efisiensi perlu dijadikan landasa­n dalam menjalankan pendekatan diagn­ostik tersebut. Belum lagi, FuO dapat ber­bahaya jika diagnosis akhir tidak ditegak­kan segera oleh karena disfungsi imunitas suda­h terjadi.1  

Terminologi dan Besaran Masalah Diagnostik FuO di Indonesia

Perkembangan dunia kedokteran turut mengubah terminologi FuO. Hal itu disebabkan adanya penyebab yang sebetulnya mudah diidentifikasi segera seiring dengan perkembangan teknologi diagnostik. Tidak hanya itu, tidak jarang sejumlah penyakit yang self-limited dan masih melanjutkan patogenesisnya luput dari definisi FuO. Selain itu, peningkatan populasi penderita dengan FuO sebagai tanda awal penyakitnya membutuhkan klasifikasi tersendiri untuk mempermudah pendekatan diagnostik dan manajem­en terapi lanjutannya. Oleh karenanya, permutakhiran definisi dan gambaran kemampuan diagnostik di Indonesia menjadi pertimbangan dalam mengatasi masalah diagno­stik FuO di Indonesia.

Definisi terdahulu menyebutkan bahwa FuO dapat dipakai untuk kondisi pasien denga­n demam lebih dari 38,3oC pada bebera­pa kali pengukuran selama 3 minggu berturut-turut dan tidak diketahui penye­babny­a setelah upaya diagnostik dilakukan pada pasien selama rawat inap selama 1 minggu.1,2 Definisi tersebut dimodifikasi karena masalah yang sudah disebutkan pada paragraf sebelumnya. Alasan lain modifikasi definisi tersebut untuk menggambarkan besarn­ya populasi pasien rawat inap dan rawat jalan, serta adanya pendekatan berbed­a pada pasien imunokompromais. Definisi terkini telah diubah menjadi: suhu > 38.3oC pada, setidaknya, 2 kesempatan penguk­uran berbeda; durasi sakit > 3 minggu atau terjadi episode demam berulang selama > 3 minggu; tidak immunokompromais; serta diagnosisnya tidak dapat dipastikan sekalipun sudah dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan sejumlah pemeriksaan penunjang.3

Artikel lengkap khusus PELANGGAN, silahkan Login di BERANDA.

Isu Beras Plastik, Bukti Lemahnya Perlindungan Kesehatan

 

Beberapa waktu lalu, berita tentang bera­s plastik mencuat. Tidak hanya ram­ai diberitakan di media massa mainstream, namun juga ramai diperbincangkan di dunia maya. Dengan adanya hasil pemeriksaan oleh Sucofindo dan beberapa informasi yang diterima oleh istana, presiden akhirnya menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan pejabat terkait untuk membahas hal tersebut. Sebelumnya juga diberitakan bahwa Kapolri telah membentuk tim khusus untuk mengusu­t temuan beras plastik. Namun demikian, sampai hari ini informasi hasil pemer­iksaan laboratorium Polri menunjukkan tidak ditemukannya bahan plastik di dalam beras. Ini berbeda dengan hasil pemeriksaan Sucofindo.

Read More

Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish