Pendahuluan

 

Krisis Adrenal atau krisis Addison (Acute Adrenal Insuffiency) adalah suatu insufisi­ensi adrenal akut dan biasanya ditemukan gejala dan tanda pada seorang penderita insufisiensi adrenal, namun tidak diketahui sebelumnya; atau penderita insufisien­si adrenal yang terkena infeksi bakte­ri, menjalani tindakan operasi, diare, atau penyakit berat lain.

Read More

FARID YUDOYONO, MIRNA SOBANA, FIRMAN PRIGUNA TJAHJONO, RULLY HANAFI DAHLAN, MUHAMMAD ZAFRULLAH ARIFIN

Departemen Ilmu Bedah Saraf, Rumah Sakit Hasan Sadikin, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, Bandung,

Jawa Barat.

Pendahuluan

Berdasarkan data USPCPS (United State Consumer Product Safety Commission) pada tahun 1990 – 2000 terdapat 3,2 juta senapan angin dijual tiap tahun di Amerika Serikat. Insidensi luka tembak disebab­kan oleh senapan angin adalah 7,71 per 100.000 populasi. Dilaporkan juga terjad­i 39 kematian yang disebabkan oleh senapan angin dan 32 orang di antaranya adalah anak di bawah umur 15 tahun.1,2,3,4,5 

Read More

Nyeri Epigastrik sebagai Gejala Ruptur Hati pada Sirosis Hepatis dengan Hepatitis B Kronik

 

Winson Jos

Dokter Internship RSUD Tarakan,

Kota Tarakan, Kalimantan Utara

 

Pendahuluan

Nyeri perut dapat bersifat ringan atau mengancam nyawa. Kondisi nyeri peru­t hebat dengan onset mendadak (kurang dari 24 jam) yang membutuhkan penanganan segera dikenal dengan sebutan nyeri abdomen akut.1 Nyeri abdomen akut merupakan masalah yang sering dihadapi di Instalasi Gawat Darurat dengan jumlah kasus mencapai 9,6% dari seluruh kasus kegawatdaruratan bedah.2 Kasus ruptur hati non-trau­matik jarang terjadi dan bersifat menganca­m nyawa.3 Read More Pada umumnya, ruptur hati non-traumatik dijumpai pada kasus ke­ganasan hati, sirosis, angioma hati, adenoma hati, dan pasien hamil dengan HELLP sindrom yang ditandai dengan hemolisis, peningkatan enzim hati dan rendahnya hitung trombosit.3-5

Keterlambatan dalam diagnosis dan tata laksan­a ruptur hati dapat berakibat fatal. Pada laporan ini akan dijelaskan kasus ruptur hati non-traumatik dengan keluhan utama nyeri epigastrium. Pada pasien yang sebelum­nya telah didiagnosis dengan sirosis hepatis dan infeksi hepatitis B kronis.

 

Laporan kasus

Laki-laki, usia 37 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan dengan keluhan nyeri ulu hati yang memberat sejak 18 jam sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Pasien kompos mentis, tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 120 kali/menit, pernapasan 28 kali/menit, dan suhu 37oC. Pasien mengatakan bahwa sejak 2 hari yang lalu muncul rasa tidak nyama­n pada ulu hati, perut terasa penuh, dan mual. Sejak 18 jam SMRS, nyeri ulu hati bertambah berat dengan visual analog scale (VAS) 6 dari 10, nyeri menjalar ke perut kanan atas dan tembus sampai ke puggung. Pasien muntah sebanyak 2 kali sebelum dibawa ke rumah sakit. Tidak ada riwayat terbentur pada daerah perut, diare, demam, buang air besar berwarna hitam, dan muntah darah. Sejak 1 bulan SMRS, pasien berobat di instalasi rawat jalan rumah sakit dengan keluhan nyeri ulu hati berulang. Pasien didiagnosis mengalami sirosis hepatis dengan single nodul di lobus kanan hepar (berdasarkan pemer­iksaan USG abdomen) dan hepatitis B kronis (berdasarkan pemeriksaan HBsAg metode rapid test positif). Pasien tidak memili­ki riwayat mendapat transfusi darah, konsumsi alkohol, dan berganti pasangan sebel­umnya. Keluarga pasien tidak ada yang memiliki riwayat penyakit atau keluhan yang sama dengan pasien. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan pucat dan ikterik pada konjung­tiva. Pada pemeriksaan fisik abdo­men didapatkan perut pasien datar, tegang pada daerah epigastrium dan perut kanan atas, hepar dan lien tidak teraba membe­sar, nyeri tekan positif pada daerah epigastrium dan regio perut kanan atas, bising usus 4x/menit. Hasil pemeriksaan laboratorium saat pasien masuk di IGD terlihat pada Tabel 1.

Artikel lengkap khusus PELANGGAN, silahkan Login di BERANDA.

 

 

Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish