Faktor Risiko Lingkungan dan Biomarker untuk Gangguan Spektrum Autisme

Tanggal : 13 Aug 2019 10:53 Wib


Kim JY, Son MJ, Son CY et al.
Lancet Psychiatry. 2019 Jul;6(7):590‐600.
doi: 10.1016/S2215‐0366(19)30181‐6.
Sejumlah penelitian telah mengidentifikasi faktor risiko potensial dan biomarker untuk gangguan spektrum autisme. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kekuatan dan validitas fakto r‐faktor risiko lingkungan yang disaran kan atau biomarker pada gangguan spektrum autisme.
Peneliti melakukan peninjauan jurnal dan secara sistematis menilai secara meta‐analisis terhadap studi obser vasional yang relevan. Peneliti mencari melalui PubMed, Embase, dan Cochrane Database of Systematic Reviews untuk jurnal yang diterbitkan antara awal basis data hingga 17 Oktober 2018, dan menyaring daftar referensi artikel yang relevan. Peneliti memperoleh efek ringkasan, 95% CI, hete rogenitas, dan interval prediksi 95%. Peneliti meneliti baik yang memiliki efek studi kecil, maupun yang memiliki signifikansi berlebih.
Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 46 artikel yang memenuhi syarat menghasilkan data tentang 67 faktor risiko lingkungan dan 52 biomarker. Bukti hubungan faktor risiko dan gangguan spektrum autisme yang signifikan adalah sebagai berikut: usia ibu 35 tahun atau lebih (risiko relatif [RR] 1,31;95% CI 1,18‐1,45), hipertensi kronis pada ibu (rasio odds [OR] 1,48; 1,29‐1,70), hipertensi gestasional pada ibu (OR 1,37;1,21‐1,54), kelebihan berat badan ibu sebelum atau selama kehamilan (RR 1,28; 1,19‐1,36), pre eklampsia (RR 1,32;1,20‐1,45), sebelum hamil ibu mengguna kan antidepresan (RR 1,48; 1,29‐1,71), dan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) yang digunakan selama kehamilan (OR 1,84; 1,60‐2,11).
Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor ibu, seperti usia dan fitur sindrom metabolik, terkait dengan risiko gangguan spektrum autisme. Meskipun penggu naan SSRI selama kehamilan juga dikaitkan dengan risiko, hubungan ini dapat dipengaruhi oleh faktor‐faktor pengganggu lainnya, mengingat sebelum hamil penggunaan antidepresan juga dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi untuk gangguan spektrum autisme. Temuan dari studi sebelumnya menunjukkan bahwa salah satu faktor pembaur yang mungkin mendasari adalah gangguan kejiwaan pada ibu.

Post Terkait

Denyut Jantung sebagai Target Perawatan Gagal Jantung Kronis

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:45 | 79 View

Latar Belakang: Risiko kardiovaskular dari peningkatan denyut jantung (Heart Rate) pertama kali dilaporkan dalam studi Framingham. Setelah itu, risiko peningkatan gagal jantung (Heart Failure) untuk kematian telah dipelajari secara luas,…

Selengkapnya

Keberhasilan Pengobatan dengan Antimikroba: Gangguan Visual selama 4 tahun pada Ulkus Kornea Versus Bakteri

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:44 | 62 View

Pada populasi India Selatan ini dengan episode sebelumnya dari keratitis jamur atau bakteri, gangguan penglihatan bilateral yang dapat diperbaiki adalah umum. Meskipun hasil visual jangka panjang, rata‐rata, serupa antara ulkus…

Selengkapnya

Deteksi Penyakit Tulang Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dengan Metode Backpropagation

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:44 | 47 View

Penyakit tulang adalah penyakit yang sering kali tidak di sadari oleh seseorang yang mungkin saja, orang tersebut sudah mengidap gejalagejala penyakit tersebut. Umumnya seseorang akan menyadari bahwa dia telah mengidap…

Selengkapnya

Teknologi untuk Sirkulasi Pemisahan Sel Tumor dari Seluruh Darah

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:44 | 49 View

Salah satu bidang penelitian utama melibatkan pemisahan dan deteksi sirkulasi sel tumor (Circulating Tumor Cell) karena peran penting yang disarankan dalam diagnosis dan prognosis kanker dini, yaitu, menyediakan akses mudah…

Selengkapnya

Perbedaan Kadar Kortisol Serum Pasien Kanker Serviks Stadium Lanjut setelah Intervensi Psikoterapi Realitas dengan Terapi Standar

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:44 | 28 View

Kanker serviks merupakan penyebab kematian terbanyak di negara berkembang. Wanita yang didiagnosis kanker serviks stadium lanjut sering menderita stress emosional yang luar biasa. Stress emosional akan menimbulkan peningkatan hormon kortisol.…

Selengkapnya