Micronutrient Productivity: Parameter yang Komprehensif untuk Biofortification pada Padi (Oryza sativa L.)

Tanggal : 30 Sep 2018 08:04 Wib


Khan JA, Krupa KN,
Sumantha Holla KM, et al.
J Sci Food Agric. 2018 Aug 9
doi: 10.1002/jsfa.9306
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/
pubmed/30094844
Butiran beras yang kebanyakan dikonsumsi setelah dipoles ternyata tidak mencukupi kebutuhan mikronutrien. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap efek pemolesan pada kandungan mikronutrien dan mengidentifikasi genotipe superior untuk hasil dan kandungan mikronutrien setelah pemolesan.
AM65 menunjukkan kandungan Seng tertinggi, dan AM180 memiliki kandungan Besi tertinggi bahkan setelah dipoles. Ada sedikit atau tidak ada perbedaan antara genotipe untuk konten Zinc dalam dedak, menunjukkan ambang batas yang mungkin untuk akumulasi mikronutrien di lapisan aleuron. Kriteria seleksi komprehensif yang disebut ‘produktivitas mikronutrien’ digunakan untuk memilih parameter hasil dan mikronutrien. AM65 dan ARB6 menunjukkan indeks produktivitas Zinc dan Besi yang tinggi. Penanda OsZIP4b dan OsZIP6c menunjukkan hubungan dengan kandungan Besi pada gel agarosa. Urutan penanda mengungkapkan bahwa OsYSL15 dan OsZIP6c dikaitkan dengan butir Seng dan OsZIP3b, OsMTP1a dan OsYSL4b dengan kandungan butir Besi. Penanda ini dapat digunakan untuk memilih aksesi unggul. 
AM65 diisi dengan mikronutrien dan menunjukkan korelasi positif dengan hasil biji‐bijian, dan itu tidak diragukan lagi. Dedak tidak menguras gandum tetapi bertindak sebagai pintu gerbang untuk transportasi mikronutrien ke endosperm. Produktivitas mikronutrien adalah parameter komprehensif untuk biofortifikasi biji‐bijian.

Post Terkait

Denyut Jantung sebagai Target Perawatan Gagal Jantung Kronis

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:45 | 43 View

Latar Belakang: Risiko kardiovaskular dari peningkatan denyut jantung (Heart Rate) pertama kali dilaporkan dalam studi Framingham. Setelah itu, risiko peningkatan gagal jantung (Heart Failure) untuk kematian telah dipelajari secara luas,…

Selengkapnya

Keberhasilan Pengobatan dengan Antimikroba: Gangguan Visual selama 4 tahun pada Ulkus Kornea Versus Bakteri

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:44 | 32 View

Pada populasi India Selatan ini dengan episode sebelumnya dari keratitis jamur atau bakteri, gangguan penglihatan bilateral yang dapat diperbaiki adalah umum. Meskipun hasil visual jangka panjang, rata‐rata, serupa antara ulkus…

Selengkapnya

Deteksi Penyakit Tulang Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dengan Metode Backpropagation

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:44 | 28 View

Penyakit tulang adalah penyakit yang sering kali tidak di sadari oleh seseorang yang mungkin saja, orang tersebut sudah mengidap gejalagejala penyakit tersebut. Umumnya seseorang akan menyadari bahwa dia telah mengidap…

Selengkapnya

Teknologi untuk Sirkulasi Pemisahan Sel Tumor dari Seluruh Darah

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:44 | 30 View

Salah satu bidang penelitian utama melibatkan pemisahan dan deteksi sirkulasi sel tumor (Circulating Tumor Cell) karena peran penting yang disarankan dalam diagnosis dan prognosis kanker dini, yaitu, menyediakan akses mudah…

Selengkapnya

Perbedaan Kadar Kortisol Serum Pasien Kanker Serviks Stadium Lanjut setelah Intervensi Psikoterapi Realitas dengan Terapi Standar

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:44 | 6 View

Kanker serviks merupakan penyebab kematian terbanyak di negara berkembang. Wanita yang didiagnosis kanker serviks stadium lanjut sering menderita stress emosional yang luar biasa. Stress emosional akan menimbulkan peningkatan hormon kortisol.…

Selengkapnya