Sinbiotik: Manfaat Lebih Mengatasi Alergi

 

M.F. DESLIVIA

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

 

Istilah sinbiotik mungkin belum seakrab probiotik di telinga. Pada kenyataannya, sinbiotik merupakan produk gabungan dari probiotik dan prebiotik. Sinergisme dari kedua produk ini membuka banyak pintu pengobatan baru bagi berbagai penyakit, salah satunya adalah dermatitis atopik dan asma. Kedua penyakit tersebut sesungguhnya berakar dari masalah yang sama: alergi. Selama beberapa dekade terakhir, prevalensi penyakit alergi diketahui semakin meningkat pesat. Peningkatan tersebut diduga me­rupa­kan akibat dari berkurangnya paparan terhadap mikroba. Hal ini menyebabkan peruba­han komposisi mikrobiota dalam usus. Diketahui pula bahwa terdapat perbedaan komposisi mikrobiota intestinal antara anak-anak yang mengalami atopi dengan yang tidak.

 

Sinbiotik, Probiotik, dan Prebiotik

Berabad-abad sudah manusia mengenali adanya manfaat kesehatan dari penambahan mikroorganisme hidup di dalam makanan. Pada 76 SM, sejarawan Romawi Plinius merekomendasikan pemberian produk susu yang difermentasi untuk menata laksana gastroe­nteritis. Ilmuwan-ilmuwan jaman modern merekomendasikan pemberian bifidobacte­ria pada anak-anak yang menderita diare karena dipercaya dapat menggeser kedudukan bakteri jahat di saluran cerna. Bifidobacteria diketahui lebih dominan sebag­ai flora usus pada anak-anak yang mendapat ASI.

Istilah probiotik pun mengalami perkembangan terus-menerus. Salah satu definisi yang dirasa paling mendekati berasal dari Havenaar dan Huis In’t Veld: “Preparat atau produk yang mengandung mikroorganisme hidup dalam jumlah yang cukup, mengubah mikroflora (melalui implantasi atau kolonisasi) dalam kompartemen inang dan menghasil­kan manfaat kesehatan yang menguntung­kan pada inangnya tersebut.” Contoh dari probiotik adalah Lactobacillus acidophillus, Lactobacillus rhamnosus, Bifidobacterium longum, Bifidobacterium bifidum, dan Streptococcus thermophilus.

Prebiotik sendiri kemudian dikenal sebagai “bahan makanan yang tidak dapat dicerna dan menguntungkan inang karena dapat menstimulasi pertumbuhan dan atau aktivitas satu atau lebih bakteri secara selektif di dalam kolon.” Selektivitas ini ditujukan pada bifidobacteria yang perkembangannya didorong oleh fruktooligosakarida dan inulin, oli­gosa­karida transgalaktosilasi, dan oligosakarida kedelai.

Sinbiotik sebagai produk yang mengandung probiotik dan prebiotik sekaligus mensyar­atkan adanya sinergisme. Sinergisme dimaksudkan sebagai keadaan di mana senyawa prebiotik secara selektif mendukung senyawa probiotik. Salah satu contohnya ada­lah produk yang mengandung fruktooligosakarida dan probiotik bifidobacteria.

Artikel lengkap khusus PELANGGAN, silahkan Login di BERANDA.