Banner
Translate
Edisi No 10 Vol XXXV - 2009 - Artikel Konsep

Diagnosis dan Terapi Azoospermia

SUDARSONO F., BIROWO P., RASYID N., TAHER A.

Divisi Urologi Departemen Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Departemen Urologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo

Pendahuluan

Azoospermia adalah tidak adanya spermatozoa pada cairan ejakulasi (semen).1-5 Azoospermia ditemukan dalam 10% dari kasus infertilitas pria.1,3,4 Azoospermia terjadi karena adanya obstruksi saluran reproduksi/vas deferens (azoospermia obstruksi) atau adanya kegagalan testis memproduksi spermatozoa (azoospermia non-obstruksi).6 Penelitian lain mengklasifikasikan azoospermia dalam pre-testikular, testikular, dan post- testikular.7 Dua puluh persen (20%) azoospermia disebabkan oleh obstruksi saluran reproduksi.1 Diagnosis ditegakkan berdasarkan analisis sperma menurut WHO guidelines .1,3 Untuk menangani azoospermia, harus melalui langkah-langkah yang sistematis guna menentukan terlebih dahulu apakah azoospermia karena gangguan spermatogenesis atau obstruksi saluran reproduksi.8

Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui langkah-langkah pendekatan diagnosis pasien azoospermia dan penatalaksanaannya. Pada bagian akhir akan dibahas tentang vasectomy reversal dan teknik pengambilan spermatozoa.

Artikel lengkap khusus PELANGGAN, silahkan Login di BERANDA.
 
Banner