Menyambut Hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November, MEDIKA menyajikan Bahasan Utama bertajuk kesehatan nasional. “Kesehatan Harus Diupayakan Bersama” disajikan dengan latar belakang kesehata­n yang harus dilakukan bersama dan oleh semua pihak, baik tenaga kesehatan yang mencakup dokter, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, dan kesehatan masyarakat; maupun masyarakat sendiri dan pemerintah sehingga kesehatan dapat dinikmati bersama oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Read More

Sudah Amankah Kita dari Penyakit Jantung?

 

Menyambut Hari Jantung Sedunia yang diperingati setiap tanggal 29 September, Redaksi Medika menyajikan Rubrik Bahasan Utama “Waspada Jantung Koroner, The Silent Killer”. Seperti kita ketahui bersama bahwa penyakit jantun­g dan pembuluh darah masih menjadi penyebab utama kematian di dunia setiap tahunnya, baik di negara maju maupun berkembang.

Read More

Benarkah Menopause Berpengaruh terhadap Osteoporosis?

Bertepatan dengan Hari Menopause Sedunia yang diperingati setiap 18 Oktober dan Hari Osteoporosis Sedunia setiap 20 Oktober, dalam edisi ini, MEDIKA mengang­kat Bahasan Utama mengenai menopause dan osteoporosis. Data menyebutkan bahwa secara epidemiologi osteoporosis banyak dialami oleh orang denga­n lanjut usia dan lebih rentan pada wanita daripada pria. Apakah ini ada hubungan­nya dengan menopause?

Read More

Apa Kabar Program Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia?

 

Mengingatkan kembali bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh pemerintah telah berjalan hampir dua tahun. Perlu diketahui bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai penyelenggara JKN merupakan leburan dari PT. Asuransi Kesehatan Indonesia (PT. Askes). Read More Pada tanggal 15 Juli lalu, PT. Askes atau BPJS Kesehatan telah memperingati hari ulang tahun yang ke-47 tahun. Oleh karena itu, pada edisi kali ini, MEDIKA mengangkat rubrik Bahasan Utama bertajuk program JKN. Judul pertama yaitu “Pentingnya Sosialisasi Menyeluruh di Era Jaminan Kesehatan Nasional” diangkat dengan latar belakang masih banyaknya respons negatif di masyarakat terkait teknis BPJS Kesehatan. Salah satu solusi yang diperlukan untu­k mengubah respons negatif tersebut adalah sosialisasi secara menyeluruh dan komprehensif, yang selama ini dirasa masih kurang maksimal.Judul kedua yaitu “Sudut Pandang Sosial Program Jaminan Kesehatan Nasional”, melihat kelebihan dan kekurangan program JKN. Kelebihan program JKN dari sudut pandan­g sosial adalah baik secara langsung maupun tidak langsung menumbuhkan kesadara­n masyarakat untuk melakukan pengobatan ke fasilitas kesehatan ketika sakit. Kelebihan lainnya yaitu mendidik masya­rakat untuk merencanakan ma­sa depan, termasuk mengalokasikan dana untuk kesehatan, pendidikan, dan hari tua.

Dengan demi­kian, kabar program JKN yang ham­pir dua tahun berjalan ini adalah belum berjalan maksimal sesuai harapan, tetapi berbagai pihak optimi­s dalam jangka panjang program JKN dapat berjalan secara optimal. Hal ini tentu saja memerlukan dukungan intensif dari berbagai pihak, terutama petugas kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sebagai gate keeper keberlangsungan program JKN dan masyarakat sebagai pengguna.

Mulai edisi ini, MEDIKA juga telah memuat rubrik baru yaitu “Penyegar Kompetensi” yang memuat materi tentang panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan primer (FKTP). Tujuan rubrik baru ini adalah memberikan acuan bagi dokter dalam memberik­an pelayanan di FKTP, baik milik pemerintah (puskesmas) maupun swasta, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan sekaligus menurunkan angka rujukan. Pada akhirnya, rubrik baru ini diharapkan dapat menjadi salah satu pendukung tidak langsung berjalannya program JKN, di mana petugas kesehatan atau dokter di fasilitas pelayanan primer merupakan gate keeper keberlangsungan program JKN yang harus memiliki kemampuan menapis penyakit dalam tahap dini untuk dapat melakukan penata­laksanaan secara cepat dan tepat sebagaimana mestinya. Semoga rubrik baru ini bermanfaat untuk pembaca, khususnya para dokter. (Redaksi)

 

Sekadar mengingat kembali, pada Mei 2015 lalu, MEDIKA telah meluncurkan Rubrik Baru. Rubrik ini merupakan hasil kerjasama MEDIKA dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dalam menyelenggarakan Program Pengembangan Kedokteran Berkelanjutan (P2KB).

Read More

Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish