PRIVILEGE CARD™ Medika

1.Member PCM dibuat sebagai bentuk apresiasi pengabdian untuk tenaga medis di seluruh Indonesia. 2. Sebagai bentuk mobilitas tinggi yang diberikan oleh PT Medika Media Mandiri untuk semua tenaga medis di seluruh Indonesia. 3. Memfasilitasi pendukung dalam pemenuhan kebutuhan resertifikasi tenaga medis di seluruh Indonesia.

Edisi April 2016

Segera berlangganan dan dapatkan keuntungan menarik lainnya!
camera slider joomla

Dermatitis atopik adalah peradangan kulit kronis residif disertai gatal yang umumnya terjadi selama masa bayi dan anak. Kelainan ini berhubungan dengan peningkatan kadar imunoglobulin E (IgE) dalam serum akibat kulit sensitif dan riway­at atopi pada penderita atau keluarganya. Gejala derma­tit­is atopik pada bayi dan anak dimulai dengan lesi di bagian muka atau pipi berupa eritema, papula, dan vesikel bisa pecah karena garukan sehingga lesi menjadi eksudatif, kemudian berbentuk krusta. Selanjutnya, lesi bisa meluas ke kepala, leher, pergelangan tangan, dan tung­kai. Apabila anak mulai merang­kak, lesi bisa ditemukan di bagian ekstensor ekstremitas, misalnya pada siku.

14.04-KEG10-GBR1Menurut data, prevalensi dermatitis atopik pada anak sekita­r 10-20 persen di negara industri, sedangkan di negara agraris prevalensinya lebih renda­h. Anak perempuan lebih sering menderita kelainan ini daripada laki-laki. Dermatitis atopik dapat dicetuskan oleh tiga faktor.  Pertama, makanan. Hampir 40% bayi dan anak denga­n dermatitis atopik mempunyai riwayat alergi terhadap makanan. Kedua, alergen hirup seperti tungau debu rumah, bulu binatang peliharaan, jamur, dan lainnya. Ketiga, infeksi kulit. Penderita dermatitis atopik memiliki kecenderungan infeksi kulit oleh Staphylococcus aureus, virus, dan jamur.

Terapi untuk dermatitis atopik dibedakan menjadi dua, yaitu terapi sistemik dan terapi topikal. Untuk terapi sistemik, misalnya, dengan pemberian kortikosteroid. Namun, pe­makai­an jangka panjang kortikosteroid dapat menimbulkan efek samping. Terapi yang dirasa lebih aman adalah topikal.

Pada 8-9 Maret 2014, bertempat di Hotel Novotel, Tangerang, diadakan National Symposium and Workshop Skin Photodamage Update yang disel­enggarakan oleh Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (PERDOSKI) Cabang Banten. Salah satu rangkaian acara ter­sebut adalah presentasi produk oleh berbagai perusahaan farmasi yang ikut berpartisipasi. Dalam presentasi produk­nya, dr. Meilanny dari Product Depart­ment PT Interbat menyam­pai­kan bahwa salah satu terapi topikal untuk derma­titis atopik adalah mengguna­kan emollient cream Stelatopia? dengan kandungan Sunflower Oleodistillate. Emol­lient cream ini akan mengembalikan fungsi barier kulit dengan mengembalikan lapisan lemak pada kulit dan juga digunakan sebagai antiin­flamasi. “Dengan kata lain, emollient cream ini mampu merangsang kulit untuk memproduksi lemak,” ungkap dr. Meilanny.

Mekanisme kerja emollient cream adalah ketika sunflower oleodistillate masuk ke dalam tubuh maka akan mengaktivasi Peroxisome Proloferator Activaled Receptor (PPAR – a) dan akan menempel pada DNA (Deoxyribo Nuckeic Acid) . Aktivasi ini menciptakan dua aksi, yaitu neosintesis lipid dan antiinflamasi. Neosintesis lipid secara otomatis akan memproduksi lemak pada permukaan kulit dan akan menciptakan moisturiser segera dan jangka panjang. Dari produksi lemak di permukaan kulit akan mengurangi kebutuhan korti­kosteroid dan memperbaiki gejala gatal pada kulit. Antiinfla­masi juga memperbaiki gejala gatal pada kulit dan mengurangi kebutu­han kortikosteroid.

Berdasarkan studi multisen­te­r acak terhadap 80 anak denga­n dermatitis atopik ringan hingga sedang, sebagian diberi­kan kortikosteroid dan sebagian lagi diberikan emollient cream, diperoleh hasil bahwa dalam waktu 3 minggu perbaikan nilai SCORAD pada kelompok yang diberikan emollient cream ada­lah 75%, sedangkan kelompok yang diberikan kortikosteroid  70%.

Stelatopia? terdiri dari produk milky bath oil, cleansing cream, dan emollient cream. Milky bath oil dan emollient cream digunakan selama se­rang­a­n dermatitis atopik. Kemu­di­an, cleansing cream dan emollie­nt cream digunakan setia­p hari untuk menjaga kulit dari dermatitis atopik atau alergi kulit lain. Pemakaian cleansing cream adalah pada saat mandi dan emollient cream sebagai pelembab setelah mandi. (KK)


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish