steroids
Banner
Translate
Edisi No 05 Vol XXXVII - 2011 - Saripati

Masalah Interviu Diagnosis Depresi pada Uji Coba Depresi Pasca-melahirkan

 

Gjerdingen D; McGovern P; Center B,; J Am Board Fam Med. 2011;24(2):187-193

 

Interviu depresi berbasis Diagnostic and Statistical Manual (DSM) IV yang dipuji untu­k akurasi diagnostik mereka, seringkali dianggap penting untuk uji coba peng­obata­n depresi. Tetapi, kebutuhan ini dapat menimbulkan masalah karena beban pada partisipan. Tujuan penelitian ini untuk menje­laskan pengalaman peneliti dengan komponen depresi Structured Clinical Interview for DSM Disorders (SCID) pada uji coba pengobatan depresi pasca-melahirkan. Pada studi kohort prospektif 506 ibu yang memiliki bayi dari 7 klinik perawatan, partisi­pa­n diminta menyelesaikan interviu modul depresi SCID segera setelah perekrutan. Mere­ka diminta menyelesaikan survei dep­resi 9 jenis Patient Health Questionnaire (PHQ-9) pada bulan ke-0 sampai 1, 2, 4, 6, dan 9 bulan pasca-melahirkan. Sebanyak empat puluh lima wanita (8,9%) memiliki intervi­u SCID positif dan 112 (22,1%) memiliki PHQ-9 positif selama 0-9 bulan pasca-melahirkan. Masalah yang ditemui ketika menggunakan interviu depresi SCID termasuk (1) lebih rendah dibandingkan dengan yang diperkirakan angka diagnosis depresi berbasis SCID (8,9%); (2) SCID tidak lengkap oleh 75 wanita (14,8%); SCID tidak lengkap (vs lengkap) berusia lebih muda, lebih mis­kin, kurang berpendidikan, dan cende­rung single dan ras kulit hitam (vs kulit putih); dan (3) hasil SCID/PHQ-9 yang tidak konsisten.

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya...
 
Banner
Banner
http://truberx.com/?search=xnxx&x=0&y=0 red tube porn order dapoxetine
hamster porn price jelly HQ PORN X mature porn movies XXX daredorm