Diagnosis gagal jantung bisa sulit untuk ditegak­kan. Beberapa gejala gagal jantung susah dibedakan dan mempunyai nilai diagnos­tik yang terbatas.2 Selain itu, beberapa tanda gagal jantung akibat dari retensi natriu­m dan air dapat cepat membaik dengan pemberian terapi diuretik. Adapun untuk alasan terapi, sangat penting untuk dapat mengidentifikasi masalah jantung yang mendasari.3

Sekitar 1-2% populasi dewasa di negara-negara berkembang menderita gagal jantung, dengan prevalensi yang me­ningkat >10% pada usia 70 tahun dan lebih.4 Ada beberapa penyebab dan pemicu terjadinya gagal jantung (Tabel 1). Sedikitnya setengah dari pasien yang menderita gagal jantung memiliki fraksi ejeksi yang rendah. Penyakit arteri koroner adalah penyebab dari kira-kira dua pertiga dari kasus gagal jantun­g sistolik, walaupun hi­per­tensi dan diabetes kemung­kinan merupakan faktor yang berkonstribusi dalam beberapa kasus. Ada beberapa penyebab lain dari gagal jantung sistolik, antara lain infeksi virus, penyalah­guna­an alkohol, kemoterapi, dan idiopathic dilated cardiomyopathy.5

Gagal jantung dengan fraksi ejeksi normal memiliki epidemiologi dan etiologi yang berbeda dari gagal jantung fraksi ejeksi renda­h.6 Pasien dengan gagal jantung fraksi ejeksi normal berusia lebih tua dan lebih serin­g terjadi pada wanita dan obese daripada pasien dengan gagal jantung fraksi ejeksi rendah. Pada pasien-pasien ini, lebih sedikit yang menderita penyakit jantung koroner dan lebih banyak menderita hipertensi serta fibrilasi atrial. Pasien dengan gagal jantung fraksi ejeksi normal memiliki prognosis yang lebih baik daripada pasien dengan gagal jantun­g fraksi ejeksi rendah.7

Gagal jantung adalah penyebab utama rawat inap pasien yang berusia 65 tahun ke atas.8 Tidak ada nomenklatur yang diterima secara luas untuk gagal jantung yang me­merluka­n rawat inap. Pasien dideskripsikan menderita gagal jantung akut, sindrom gagal jantung akut, atau gagal jantung dekom­pensat­a akut.9

Gagal jantung akut adalah istilah yang diguna­kan untuk menjelaskan onset yang cepat dari, atau perubahan, gejala dan tanda dari gagal jantung. Hal ini mengancam nyawa, memerlukan perhatian medis segera dan perlu dirawat di rumah sakit. Pada ba­nyak kasus, gagal jantung akut muncul akibat perburukan pasien dengan diagnosis gagal jantung sebelumnya. Gagal jantung akut juga bisa merupakan gagal jantung yang pertama kali terjadi (gagal jantung de novo). Keakutan bisa bervariasi dalam hal waktu. Beberapa pasien melaporkan perburukan dalam beberapa hari atau bahkan beberapa minggu (contoh, peningkatan sesak napas atau edema), tetapi pasien lain melaporkan munculnya gejala gagal jantung dalam beber­apa jam sampai menit (contoh, gagal jantung yang berhubungan dengan infark miokard akut). Pasien dapat memperlihatkan kondisi edema paru yang mengancam nyawa atau syok kardiogenik sampai edema perifer.1

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya..

Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish