Compression Therapy, Terapi Mudah Atasi Penyakit Vena dan Limfatik

 

Pembuluh darah balik (vena) mengantarkan darah kaya oksigen dari tubuh kembali ke jantung. Setelah melepaskan makanan, darah dari pembuluh nadi (arteri) melewati pembuluh rambut, lalu masuk ke pembuluh vena. Berbeda dengan pembu­luh nadi, pembuluh vena memiliki katup satu arah yang menjaga agar darah bergerak kembali ke jantung, bukan ke arah sebaliknya (reflux).
Karena melawan gravitasi, aliran darah mudah tersendat dan tertahan di pembuluh vena. Ketika fungsi katup pembuluh vena tidak beker­ja normal, darah akan terben­dung dan menyebabkan pipa pembuluh vena melebar. Akibatnya, terjadilah penyakit pembuluh vena, seperti insufisiensi vena kronis atau chronic venous insufficiency (CVI) dan pembekuan vena dalam atau deep vein thrombosis (DVT).

14.07-KEG10-GBR10CVI terjadi ketika pembuluh vena di kaki tidak dapat memompa darah kembali ke jantung. Salah satu indikasinya adalah varises atau tonjolan jaringan urat berwarna kebiruan di per­mu­kaan kulit. Jika tidak ditangani dengan benar, CVI dapat me­nyebabkan nyeri, bengkak, dan bahkan luka (borok) di kaki. Umumnya terjadi pada pria usia usia 70-79 tahun dan wanita pad­a usia 40-49 tahun. Meski tidak menimbulkan ancaman kesehatan serius, tapi kondisi ini memengaruhi sekitar 5% penduduk Amerika Serikat. Diper­kira­kan  sekitar 500.000 orang di Amerika Serikat memiliki borok kaki bagian bawah.

Penyakit pembuluh vena lain adalah DVT yang dianggap berbahaya karena berisiko menyebabkan kematian. DVT disebabkan oleh terjadinya bekuan darah (trombus) di pembu­luh darah vena besar pada kak­i. Sindrom trombosis atau post thrombotic syndrome (PTS) merupakan gejala awal DVT. Tanpa penanganan segera, DVT dapat memicu gangguan kesehatan lain, terutama pulmonary embolism (emboli paru). Lebih dari 90% kasus emboli paru ber­asal dari terbentuknya trombosis di pembuluh vena besar kaki. WHO menyebutkan bahwa tidak beraktivitas selama sekitar 4 jam membuat seseorang berisiko tinggi terkena DVT. Dari sekitar 1000 populasi, terdapat 1-3 orang yang menderita DVT setiap tahun.

Salah satu pencegahan dan tindakan non-bedah yang dapat dilakukan pada penyakit vena tersebut adalah Compression Therapy. Selain mudah dan aman, terapi ini juga tidak memerlukan biaya yang mahal. Karena itu, PT. BSN Medical Indonesia menghadirkan rang­kaian produk compression thera­py pada pameran stan Kongres Nasional IV Persatuan Dokter Spesialis Bedah Umum Indonesia (PABI) Pengem­bangan Profesi Bedah Berkelan­jutan (P2B2) XI 2014 yang digela­r di Trans Luxury Hotel, Bandung, 15-17 Mei 2014.

Terapi kompresi bertujuan mencegah bekuan darah (tromboembolism) bagi para pasien yang tidak dapat berjalan, memperbaiki aliran pembuluh darah vena di kaki, dan melancarkan pembuluh vena yang mengalami hipertensi. Selain itu, juga mampu mengontrol perkembangan penyakit pada pembuluh darah vena dan limfe dengan menyentuh kulit dan jaringannya, serta mengontrol dan menurunkan pembengkakan. Produk unggulan dari rangkaian produk compression therapy adalah Comprinet® pro dan JOBST®.

Produk pertama merupakan stoking modern yang efektif mencegah DVT dengan mening­katkan kecepatan aliran dan membantu mengurangi vena stasis. Cocok digunakan oleh ber­bagai bentuk kaki dan ukuran, aman, nyaman, dan mudah digunakan. Indikasinya untuk pencegahan DVT bagi pasien bedah dan pasien yang harus istirah­at lama di tempat tidur. Sebagai terapi awal, dapat digunakan sepanjang hari saat istirahat lama di tempat tidur. Lama penggunaan tergantung risiko, dapat digunakan dalam sehari atau beberapa minggu. Bebera­pa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan stoking kompresi dapat meningkatkan aliran darah di sistem vena superficial. Sedangkan kombinasi dengan metode pencegahan lain seperti heparin dapat mengurangi risiko lebih lanjut. Pernyataan Kon­sensus Internasional pada pencegahan bekuan darah juga merekomendasikan penggunaan stoking kompresi untuk mencegah terjadinya DVT.

Produk kedua merupakan stoking kompresi medis yang bekerja dengan memberikan gradasi tekanan (kompresi) ke pembuluh darah vena sehingga mengurangi pembengkakan dan terbentuknya penggum­palan darah pada pembuluh vena di kaki. Perawatan untuk kaki dan tangan ini juga mampu mempertahankan pembuluh darah dari kerusakan serta membantu daya kerja otot-otot betis yang memompa darah agar aliran balik ke jantung meningkat. Tersedia 3 jenis kompresi untuk perawatan kaki berdasarkan tingkat indikasi pad­a pembuluh darah vena dan limfe, yaitu Ultrasheer® dan forMen®. Selain itu, tersedia 2 jenis kompreasi untuk pera­watan tangan, yakni Armsleeve & Gauntlet®. Tak hanya varises dan DVT, produk ini juga efektif mencegah penyakit limfatik, seperti limfedema. u (Dian A.)