“Sentuhan Cinta“

Tanggal : 13 Aug 2019 10:51 Wib



Jakarta, 26 Juni 2019 PT Johnson & johnson Indonesia melalui merek unggulannya JOHNSON’S yang juga dikenal sebagai pemimpin global untuk merek produk bayi yang berfokus terhadap perkembangan holistik anak, hari ini mengumumkan secara resmi hasil dari Program Kampanye JOHNSON’S “Sentuhan Cinta“ yang telah dilaksanakan sejak 1 April ‐ 31 Mei 2019 lalu. Bertempat di salah satu hotel dibilangan Jakarta selatan, dalam acara tersebut dipap arkan juga beberapa pokok bahasan lain yang di ulas lebih lanjut saat deselenggarakannya acara tersebut. Melalui Program yang sama, JOHNSON’S Telah banyak Mengedukasi para ibu di lebih dari 15 kota di Indonesia tentang betapa pentingnya “Sentuhan Cinta” orang tua khususnya pada periode emas bayi melalui ritual pijat, bekerja sama dengan habitat for humanity indonesia, Alfamart, dan Shopee untuk membangu n Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) di dusun Randusongo, desa kesambenkulon, kecamatan Waringin Anom, Kabupaten Gersik, Provinsi Jawa Timur. hasilnya program ini telah banyak men da patkan respon positif dan dukungan dari para orang tua, Khususnya para Ibu, di Indonesia yang berpartisipasi dalam mendukung penting nya sentuhan cinta orang tua pada periode emas melalui ritual pijat agar bayi tumbuh secara optimal.
Hadir juga dalam acara tersebut bebera pa pembicara, diantaranya Lakish Hatalkar (selaku Presiden Direktur PT. Johnson & Johnson Indonesia), dalam Sambutannya mengatakan saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh orang tua dan mitra kami yang dengan sepenuh hati memberikan dukungannya kepada semua bayi Indonesia agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Dalam sambutan lain, Lakish Hatakalar juga mengatakan “Johnson & Johnson percaya bahwa kami membangun merek dengan tujuan untuk memberikan yang terbaik untuk bagi masyarakat. Oleh karena itu, sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi angka kematian bayi dan, mendukung Sustainable Development Goals (SDG), kemi bekerjasama dengan alfamart, shopee, dan habitat for Humanity Indonesia dalam program Sentuhan Cinta di mana JOHNSON’S membimbing dan mengadvokasi orang tua dengan memberikan mereka pengetahuan mengen ai ritual pijat selama periode emas bayi” Lakish Hatalkar, Mengutip dari be‐ berapa sumber diketahui bahwa Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengungkapkan, bahwa berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), angka kematian bayi di Indonesia menurun dari 32 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2012 menjadi 15 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2018. Walaupun angka kematian bayi menurun, masih terus diperlukan dukungan dari semua pihak untuk bersama sama mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka kematian bayi dan juga mening kat kan kualitas kesehatan bayi di Indonesia, sehingga mereka Bisa dapat tumbuh secara optimal. Namun sayangnya masih ada beberapa daerah yang masih tinggi nilai angka kematian bayinya berdasarkan data demografi, berikut adalah beberapa contoh data demografi angka kematian bayi di Indonesia.  Di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur mencatat sejak Januari hingga Maret 2019 ada 41 angka kematian bayi. Sementara sepanjang 2018 jumlahnya mencapai 135. ”Trendnya, cenderung menurun. Khususnya, untuk kematian ibu,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan, Agung Basuki. Lain pula dengan di Kabupaten Tanggerang justru meningkat seiap tahun. Pada 2016, 102 kasus, pada 2017 144 kasus, dan pada 2018 terdapat 247 kasus. Namun Untuk Kedepannya kita semua berharap agar masalah Angka Kematian Bayi bisa benar benar berkurang di Indonesia. Dalam program yang telah berjalan selama dua bulan ini, semua hasil donasi telah diserahkan kepada Habitat For Humanity Indonesia untuk membangun Pos Pelayanan Terpadu (POYANDU) di dusun Randu songo, Desa KesambenKulon, Keca matan Waringin Anom, kabupaten Gersik, provinsi Jawa Timur, Sehingga Orang tua di wilayah tersebut dapat memiliki akses terhadap fasilitas Kesehatan dan Memantau Kesehatan bayi mereka denga n mudah. Periode Emas atau 1000 Hari Pertama Kehidupan Adalah Periode yang istimewa dimana pondasi dari keseha tan, pertumbuhan, dan perkembangan saraf yang optimal selama hidup terbentuk.Dalam kesempatan yang bersama pula, dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K),MPH (Dokter Spesialis Anak & Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial) Memgatakam bahwa “Orang tua memiliki peran penting selama periode emas bayi, Pada 1000 hari kehidupan, otak bayi berkembang paling cepat, sistem pencernaan berkembang, menguat, dan fungsi kognitif mereka terbentuk. kontak fisik adalah hal penting yang orang tua dapat lakukan sebagai ikatan emosional pertama bayi dengan orang tua mereka. Hal tersebut membantu merangsang indera mereka dan merupakan kunci untuk keseha tan dan perkembangan bayi.
dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K), MPH (Dokter Spesialis Anak & Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial), disaat yang bersamaan seraya memperaga kan contoh bagaimana kontak fisik orang tua dengan bayi, seperti saat megusap muka bayi disitu orang tua menyebutkan kata kata bagian dari anggota tubuh di area sekitar kepala dan muka, secara bersamaan itu pula daya tangkap bayi pun secara tidak langsung akan menyerap apa yang tuanya katakan, selain itu juga “salah satu kontak fisik yang dapat dilakukan orang tua secara rutin adalah ritual pijat bayi yang memiliki banyak manfaat termasuk membangun ikatan yang lebih kuat, melancarkan peredaran darah, menstimulasi perkembangan emosi dan psikologis, melancarkan sistem pencernaan dan periode emas itu istimewa karena fondasi dari kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan saraf yang optimal selama si anak hidup terbentuk. “Orang tua berperan penting selama periode emas itu, sebab periode ini merupakan periode paling penting untuk pertumbuhan bayi,” ujar dokter spesialis anak dan konsultan tumbuh kembang pediatri sosial itu. Dia menambahkan, pada 1.000 hari pertama kehidupan itulah otak bayi berkembang paling cepat, sistem pencernaan berkembang dan menguat, serta fungsi kognitif mereka terbentuk. Karena itu, kontak fisik adalah hal penting yang orang tua dapat lakukan sebagai ikatan emosional pertama bayi. “Nah, salah satu kontak fisik yang dapat orang tua lakukan secara rutin adalah pijat bayi. Pijat bayi memiliki banyak manfaat. Antara lain membangun ikatan yang lebih kuat, melancarkan peredaran darah, menstimulasi perkembangan emosi dan psikologis, melancarkan sistem pencernaan dan penyerapan makanan bagi bayi, meningkatkan imunitas dan kualitas tidur,” sambung nya.
Wynne Lukman (Brand Manager JOHNSON’S), juga menyatakan “Kami percaya bahwa ritual pijat adalah cara terbaik untuk membantu memperkuat ikatan dan merupakan kunci perkembangan anak. Dengan demikian, selama lebih dari 40 tahun kami telah mengadvokasi orangtua tentang pentingnya sentuhan cinta orangtua. Tahun ini, bersama dengan 22 Tim Edukasi Profesio nal dari JOHNSON’S, telah mengedukasi para ibu di 15 kota di Indonesia tentang ritual pijat dan manfaat nya terutama selama periode emas.“ 
“Selain itu, pemantauan kesehatan merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan oleh orangtua, terutama di periode emas bayi. Nutrisi yang baik, kebersihan, imunisasi dan kualitas layanan kesehatan, termasuk kasih sayang serta stimulasi yang memadai akan mening ‐ katkan kelangsungan hidup bayi dan mengoptimalkan kualitas hidup mereka. Sejalan dengan hal tersebut, JOHNSON’S bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia dalam membangun POSYANDU di Dusun Randusongo, Desa Kesambenkulon, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Fasilitas yang disediakan di POSYANDU tersebut terdiri dari ruang tunggu, ruang periksa dan ruang menyusui. Selain itu, untukmeningkatkan pengetahuan orangtua tentang kesehatan bayi, kami juga akan mengadakan pelatihan edukasi secara rutin untuk orangtua termasuk pelatihan pijat bayi. Kami berharap upayaini dapat membantu orangtua dalam memantau bayi mereka sehingga mereka hidup, berkembang dan tumbuh secara optimal,” tambah Wynne Lukman. 
Didorong oleh visi bahwa setiap orang membutuhkan tempat yang layak untuk hidup, Habitat for Humanity dimulai pada tahun 1976 sebagai grass roots effort di Amerika Serikat. Habitat telah berkembang menjadi organisasi nirlaba global terkemuka yang bekerja di lebih dari 70 negara. Di Indonesia sejak 1997, Habitat telah mendukung lebih dari 69.000 keluarga untuk membangun atau memperbaiki tempat yang mereka sebut rumah. Melalui dukungan finansial, sukarela atau menambah suara untuk mendukung perumahan yang terjangkau, setiap orang dapat membantu keluarga mencapai kekuatan, stabilitas dan kemandirian yang mereka butuhkan untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk diri
mereka sendiri. Melalui tempat tinggal, kami memberdayakan. Untuk mempelajari lebih lanjut, donasi atau sukarelawan. 
Dalam kesempatan yang sama, Susanto Samsudin (Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia), juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan para orangtua khususnya para ibu di Indonesia melalui program JOHNSON’ Sentuhan Cinta. Susanto mengatakan, “Kami sangat berterima kasih kepada inisiatif JOHNSON’S melalui program Sentuhan Cinta, sebab kami memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik bagi bayi di Indonesia. Kontri busi yang kami dapat dari para ibu di Indonesia membantu kami membangun POSYANDU di Dusun Randusongo, Desa Kesambenkulon, Kecamatan Wringin anom, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Dukungan ini semakin membantu dalam misi kami untuk menyediakan fasilitas kesehatan bagi bayi dan orang tua di daerah tersebut serta melengkapi mereka, terutama ibu baru dengan pengetahuan sehingga bayi mereka bisa mendapatkan perawatan terbaik.” 

Beberapa sponsor hadir Juga berkontribusi pada program JOHNSON’S Sentuhan Cinta, diantaranya Alfamart yang diwakili oleh Solihin (Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk), menyatakan, “Merupakan suatu kehormatan bagi Alfamart dapat kembali berpartisipasi dalam program JOHNSON’S Sentuhan Cinta selama 3 tahun berturut‐turut. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pelanggan dan semua orang yang telah mendukung program ini. Kami percaya bahwa bersama‐sama kita dapat menciptakan kehidupan yang layak untuk bayi Indonesia dan kami sangat senang menjadi bagian dari program JOHN‐ SON’S Sentuhan Cinta. Semoga edukasi pijat bayi dan POSYANDU yang didirikan dapat memberikan dampak positif serta meningkatkankualitas kesehatan bayi Indonesia. 
Daniel Minardi (Head of Brands Management Shopee), yang juga menghadiri konferensi pers, mengatakan, “Kami di Shopee selalu berkomitmen memberikan kemudahan dan memenuhi kebutuhan pengguna, Shopee senang sekali dapat bekerja sama dan menjadi bagian dalam JOHNSON’S Sentuhan Cinta. Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar ‐ besarnya kepada mitra atas kepercayaan yang diberikan dan kepada pengguna kami yang telah berkontribusi menyukseskan program ini. Melalui program Sentuhan Cinta, kami berharap POSYANDU yang telah dibangun dapat menyediakan sarana untuk menjaga kesehatan ibu dan perkembangan buah hati secara optimal terutama pada periode emas mereka.” 
Di Johnson & Johnson, kami percaya kesehatan yang baik adalah dasar kehidupan yang aktif, komunitas yang berkembang dan maju. Itu sebabnya selama lebih dari 130 tahun, kami bertujuan untuk menjaga orang – orang tetap sehat di setiap usia dan setiap tahap kehidupan. Saat ini, sebagai salah satu perusahaan perawatan kesehatan terbesar dan berbasis luas di dunia, kami berkomitmen untuk menggunakan jangkauan dan kemampuan kami untuk kebaikan. Kami berusaha untuk meningkatkan akses dan keterjangkauan, menciptakan komunitas yang lebih sehat, pikiran yang sehat, tubuh dan lingkungan yang sehat untuk siapapun dan dimanapun. Kami memadukan hati, ilmu pengetahuan dan ketulusan untuk mengubah arah lintasan kesehatan bagi kemanusiaan. 
        
















 

Post Terkait

Deteksi Dini Saraf Penciuman, Cegah Kerusakan Otak !

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:43 | 94 View

Pada Oktober 2018 lalu, dilaksanakan Soft Opening Paviliun Bonaventura yang diadakan didaerah Jakarta Utara dan sekitarnya. Dipersembahkan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang lebih lengkap dengan tetap mengedepankan azas pendidikan,…

Selengkapnya

Tanggap Herpes Genital: Kenali Penyakitnya, Waspadai Penularannya!

Tanggal Publikasi: 12 Jul 2019 14:59 | 125 View

Dilansir dalam data WHO pada tahun 2014 tercatat bahwa 417 juta orang di dunia mengidap penyakit infeksi virus herpes genital‐1. Minimnya pengetahuan masyarakat Indonesia tentang apa itu sebenar nya herpes…

Selengkapnya

Masker Cegah Penularan TBC karya Sivitas Akademika UI Raih Medali Emas pada Ajang I3F

Tanggal Publikasi: 12 Jun 2019 08:55 | 148 View

Empat sivitas akademika Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menciptakan sebuah terobosan masker terbaru bernama MASKIT atau Mask in Tech. MASKIT merupakan solusi untuk mencegah penularanpenyakit TBC ataupun penyakit lainnya yang…

Selengkapnya

Mengokohkan Kesadaran Gaya Hidup Rendah Karbohidrat kepada Masyarakat secara Ilmiah dan Bisa Menjadi Salah Satu Pilihan Gaya Hidup yang Aman

Tanggal Publikasi: 11 Jun 2019 16:45 | 118 View

Low Carb Indonesia (LCI) bekerjasama dengan Low Carb USA mengadakan Indonesia International Low Carb Conference (IILCC ) 2019. Berlangsung selama dua hari dan bertempat di Indonesia International Institute for Life‐Science…

Selengkapnya

UI Tambah Tiga Guru Besar Rumpun Ilmu Kesehatan

Tanggal Publikasi: 07 May 2019 10:30 | 162 View

Melalui pemanfaatan teknologi pada era 4.0, Prof.dr.Asri mendorong para epidemiologoi untuk dapat berinovasi mewujudkan implementation science, Selanjutnya, Prof. Budi memaparkan Pidato Pengukuhan bertajuk “Perubahan Iklim dan Polusi Udara di Indonesia:…

Selengkapnya