Perkembangan Anak dan Faktor yang Memengaruhinya

Tanggal : 30 Aug 2018 13:53 Wib


     Ada beberapa teori mengenai faktor yang memengaruhi perkembangan anak. Para penganut teori Nativisme meyakini bahwa perkembangan individu anak semata-mata ditentukan oleh unsur pembawaan. Tokoh utama aliran ini adalah Scopenhauer. Ada lagi ahli yang menganut teori Epirisme di mana perkembangan individu anak itu sepenuhnya ditentukan oleh faktor lingkungan, sedangkan faktor dasar/pembawaan tidak berpengaruh sama sekali. Tokoh aliran ini adalah John Locke. Terdapat aliran yang ketiga yaitu aliran Kovergensi yang meyakini bahwa perkembangan individu itu sebenarnya ditentukan oleh dua faktor besar, yaitu pembawa an dan lingkungan. Tokoh aliran yang terkenal adalah William Stern. Tokoh nasional yang juga menganut aliran Konvergensi adalah Ki Hajar Dewantara.
     Elizabeth B Hurlock memberikan beberapa hal yang menjadi penyebab perkembangan (cause of development) yaitu :
1. Kematangan (maturation)
2. Belajar dan Latihan (learning)
3. Kombinasi kematangan dan belajar (interaction of maturation and learning)

     Faktor bawaan (hereditas) merupakan faktor pertama yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Faktor bawaan disebut juga sebagai faktor endogen. Faktor ini menampilkan perkembangan anak dominan terkait kejasma nian seperti bentuk/struktur tubuh, warna kulit, warna rambut, bentuk wajah, warna kornea mata, dll. Faktor pembawaan jasmani pada umumnya tidak dapat diubah.
     Selain faktor bawaan jasmani, setiap individu anak juga memiliki faktor bawaan psikologis yang erat kaitanny a dengan jasmani, yaitu berhubungan dengan fungsi-fungsi fisiologis seperti darah, kelenjar-kelenjar, hormon dan hal lainnya di dalam tubuh anak. Hipocrates dan Galenus menghubungkan sifat-sifat kejasmanian dengan sifat-sifat psikologis individu dalam beberapa tipe temperamen manusia yaitu : sanguinikus, flegmatikus, cholerikus, dan melancholikus. 
     Faktor lingkungan yang memengaruhi tumbuh kembang anak dapat diartikan sebagai peristiwa, situasi atau kondisi di luar individu yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi tumbuh kembang anak. Lingkungan di sini dapat dibagi menjadi lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan fisik dapat juga disebut dengan lingkungan alam seperti keadaan rumah, perkarangan, tanah, air, musim, dan sebagainya. Lingkungan alam yang berbeda akan memberi pengaruh berbeda pula dalam tumbuh kembang anak. Sedangkan lingkungan sosial meliputi seluruh manusia dan berbagai interaksi antar individu anak dengan orang dewasa atau dengan anak lain seusianya. Faktor lingkungan disebut juga faktor eksogen termasuk di dalamnya pengalaman-pengalaman, alam sekitar, pendidikan dan sebagainya.
     Pengaruh lingkungan bersifat pasif, dalam arti tidak memberikan suatu paksaan terhadap individu. Sedangkan pendidikan dijalankan dengan penuh kesadaran dan sistematis untuk mengembangkan potensi individu anak. Namun dengan perkembangan teknologi yang ada, pendidikan menjadi bagian dari faktor lingkunga n di mana sang anak akan terpapar secara pasif. Contohnya adalah paparan televisi dalam bentuk audio dan visual. Jika orang tua membiasakan anak terpapar terhadap tayangan televisi maka secara langsung dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak, meski hal ini masih terdapat perdebatan. 
    Di dalam MEDIKA edisi kali ini dimuat sebuah artikel tinjauan pustaka dengan judul “Paparan Televisi dan Perkembangan Pada Anak”. Penulis mengangkat beberapa teori mengenai pengaruh paparan televisi terhadap tumbuh kembang anak terutama perkembangan bahasa anak. Semoga dengan artikel ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan tenaga kesehatan terhadap pola asuh dan evaluasi tumbuh kembang anak. Hal ini menjadi penting untuk memastikan generasi di masa mendatang merupakan generasi terbaik yang dihasilkan dari pola asuh yang baik. Semoga. (MP)


Jurnal Medika CME

Kolom

Jalan Menuju Panjang Umur