FIK UI Rancang Strategi untuk Memutus Rantai Infeksi pada Anak Sekolah

Tanggal : 10 Jul 2020 10:16 Wib


Tim Pengabdian Masyarakat (pengmas) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) yang dipimpin oleh Dr. Hanny Handiyani, S.Kp., M.Kep menggagas sebuah program sebagai upaya promotif dan preventif untuk memutus rantai infeksi pada anak di sekolah. Program bertajuk “Strategi Multimodal untuk Memutus Rantai Infeksi pada Anak Sekolah“ yang diikuti oleh para guru dan siswa di MTs Muhammadiyah 1 Depok yang berlangsung sepanjang bulan Agustus hingga Desember 2019.
 
Kegiatan belajar anak di sekolah memerlukan lingkungan yang nyaman dan bebas dari penyakit yang diakibatkan oleh infeksi. Jika terjadi infeksi, banyak kerugian yang akan didapatkan oleh anak tersebut, seperti tidak masuk sekolah, tidak dapat mengikuti pelajaran dan dikucilkan teman karena takut tertular. Upaya promotif dan preventif untuk mencegah terjadinya infeksi dapat dilakukan dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat terutama di lingkungan sekolah.
 
Tim Pengmas menyusun buku Strategi Multimodal untuk memutus rantai infeksi pada anak sekolah serta memilih Duta Sehat Sekolah dari siswa sebagai role model kesadaran perilaku sehat untuk memutus rantai infeksi dan menerapkan sistem reward di sekolah. Duta Sehat Sekolah diharapkan dapat menjadi motivator yang mempunyai pengetahuan, afeksi, ketrampilan Strategi Multimodal untuk memutus rantai infeksi di sekolah.
 
Selain itu, terdapat rangkaian program lainnya diantaranya menyediakan fasilitas pendukung kebersihan dan kesehatan, memberikan pendidikan kesehatan, melakukan evaluasi terhadap pemahaman dan perilaku bersih dan sehat, menyediakan media pengingat di lingkungan sekolah serta menciptakan iklim keselamatan di sekolah sebagaimana langkah-langkah yang direkomendasikan oleh WHO dalam Strategi Multimodal. Tim Pengmas juga memberikan penyuluhan dan membuat poster untuk mencegah infeksi seperti kebersihan tangan, five moment, etika batuk, dan pengelolaan sampah. Selain itu, dilakukan pula perubahan sistem diantaranya perbaikan fasilitas kebersihan tangan, perbaikan tempat pengelolaan sampah, dan perbaikan failitas UKS.
 
“Diharapkan, serangkaian program yang dikreasikan Tim Pengmas FIK UI dapat mentransformasi kesadaran, komitmen, kemauan, pengetahuan, afeksi pihak sekolah dan siswa untuk terciptanya iklim keselamatan dan kesehatan di sekolah sehingga putusnya rantai infeksi.” Tutup Hanny.
 

Pemasangan Media Pengingat untuk Memutus Rantai Infeksi di Sekolah

Post Terkait

Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) meresmikan Empat Ruang Pendukung Pendidikan Akademik

Tanggal Publikasi: 10 Jul 2020 10:06 | 46 View

Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) meresmikan Empat Ruang Pendukung Pendidikan Akademik yaitu Ruang Apotek Simulasi, Laboratorium Nanoteknologi, Laboratorium Paragon Innovation Semisolid Center, dan Ruang Multimedia. Komite Etik Penelitian Kedokteran gigi…

Selengkapnya

Fakultas Farmasi UI Resmikan Laboratorium dan Ruang Apotek Simulasi

Tanggal Publikasi: 10 Jul 2020 10:00 | 39 View

Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) meresmikan Empat Ruang Pendukung Pendidikan Akademik yaitu Ruang Apotek Simulasi, Laboratorium Nanoteknologi, Laboratorium Paragon Innovation Semisolid Center, dan Ruang Multimedia. Peresmian dilakukan oleh Rektor UI…

Selengkapnya

Deteksi Dini Saraf Penciuman, Cegah Kerusakan Otak !

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:43 | 272 View

Pada Oktober 2018 lalu, dilaksanakan Soft Opening Paviliun Bonaventura yang diadakan didaerah Jakarta Utara dan sekitarnya. Dipersembahkan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang lebih lengkap dengan tetap mengedepankan azas pendidikan,…

Selengkapnya

“Sentuhan Cinta“

Tanggal Publikasi: 13 Aug 2019 10:51 | 272 View

Sukses Mendapatkan Dukungan Lebih dari 145.000 para Ibu di Indonesia untuk Tingkatkan Kualitas Kesehatan dan Kesejahteraan Bayi Indonesia.

Selengkapnya

Tanggap Herpes Genital: Kenali Penyakitnya, Waspadai Penularannya!

Tanggal Publikasi: 12 Jul 2019 14:59 | 382 View

Dilansir dalam data WHO pada tahun 2014 tercatat bahwa 417 juta orang di dunia mengidap penyakit infeksi virus herpes genital‐1. Minimnya pengetahuan masyarakat Indonesia tentang apa itu sebenar nya herpes…

Selengkapnya