Vinski Tower, Pusat Anti-aging Dunia, Gandeng Prof. dr. Taruna Ikrar

Tanggal : 01 Oct 2017 00:00 Wib


Sebagai salah satu klinik yang melakukan pelayanan Advanced Stem Cell Partikel Nano Rejuvenation and Degenerative Disease, Selasa (22/8/17), Vinski Tower kembali menambah added value-nya dengan menggandeng Prof dr Taruna Ikrar, MPharm, PhD ke dalam tim pakar Vinski Tower. Prof. dr. Taruna merupakan pakar di ilmu kedokteran yang telah diakui dunia. Kini ia dipercaya untuk duduk sebagai Advisor & Consultant of Stem Cell Therapy di Vinski Tower Pusat Anti-aging Dunia.

Menurut dr. Deby selaku Presiden World Council of Preventive, Regenerative and Anti-Aging Medicine (WOCPM), kehadiran Prof. dr. Taruna di Vinski Tower menjadi bagian dari usaha pihaknya untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat Anti-aging dunia dan juga sebagai Icon Medical Tourism. “Perlu diiketahui Prof. Taruna Ikrar, menjadi salah satu periset yang karyanya diajukan oleh University of California untuk mengisi peluang nominasi Penghargaan Nobel tahun 2016 dalam bidang kedokteran,” ujarnya bangga.

Ia berharap dengan bergabungnya pemegang paten metode pemetaan otak manusia, juga 63 penemuan penting lainnya ini di Vinski Tower bisa mendorong tercapainya visinya itu. Dr Deby mengatakan, “Digandengnya Prof Taruna merupakan bagian dari usaha kami untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat Anti-Aging dunia dan juga sebagai ikon medical tourism”. Dr. Deby juga mengungkapkan bahwa Taruna baru-baru ini meraih penghargaan dalam Festival Prestasi Indonesia dari Unit kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), di Jakarta Convention Center.

“Kolaborasi ini saya harap bisa membantu kemajuan dunia kedokteran di Indonesia, saya tahu kemampuan dan prestasi dr. Deby di bidang anti-aging, semoga ini juga bisa membuat negara ini sejajar dengan negara maju lainnya dalam hal pelayanan kesehatan,” ujar Taruna.

Prof. dr. Taruna mengatakan, “Kolaborasi ini saya harap bisa membantu kemajuan dunia kedokteran di Indonesia, saya tahu kemampuan dan prestasi Deby di bidang anti aging, semoga ini juga bisa membuat negara ini sejajar dengan negara maju lainnya dalam hal pelayanan kesehatan. Suatu kebanggaan saya bisa bergabung dengan Vinski Tower, saya berharap membantu masyarakat Indonesia, karena 25 persen penduduk di sini memiliki kecenderungan penyakit degeneratif,” katanya.

Ia sangat menyayangkan jika orang Indonesia harus berobat ke luar negeri sebab ini menurunkan kebanggaan bangsa ini, maka itu diharapkan dengan kolaborasi ini bisa berkontribusi dalam membantu menekan faktor-faktor penuaan yang tidak normal. Selain itu jika secara genetik punya kecenderungan penyakit diabetes, yang penderitanya harus merasakan ketergantungan obat maka sebelum itu terjadi bisa dicegah dengan advanced medicine hasil kolaborasi keilmuan Taruna dan dokter-dokter di Vinski Tower.

dr. Natasha Cinta Vinski juga meyakini visi menjadikan Indonesia sebagai tujuan medical tourism bisa tercapai dan Vinski Tower pada tahun kedua kehadirannya bisa mengambil peran menuju tujuan itu dengan kolaborasi dengan pemegang pakar dunia ini. “

Profil Prof. dr. Taruna Ikrar Prof. dr. Taruna Ikrar dikenal sebagai seorang ilmuwan berkebangsaan Indonesia di Bidang Farmasi Jantung dan Saraf. Saat ini, ia menetap di Amerika dan menjabat sebagai spesialis di bagian departemen anatomi dan neurobiology di University of California di Irvine. Sejak Januari 2017, ia diangkat sebagai Professor dan Dekan di Biomedical Sciences, The National Health University of California Amerika Serikat. Prof dr Taruna juga menjadi salah satu periset yang karyanya diajukan oleh University of California untuk mengisi peluang nominasi Penghargaan Nobel tahun 2016 dalam bidang kedokteran.

Ia juga pemegang paten metode pemetaan otak manusia serta 63 penemuan penting lainnya. Bahkan baru-baru ini, Taruna Ikrar meraih penghargaan dalam Festival Prestasi Indonesia dari Unit kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), di Jakarta Convention Center. Sementara dr. Deby dikenal sebagai the Queen of Anti Aging. dr. Deby lulus dengan predikat Cum Laude dari Dresden International University di Jerman dan Doktoral di Rusia. Ia telah meraih berbagai penghargaan di dunia International Socrates Award di Oxford UK, Sine Dolore Award Spanyol, dan Kartini Award bidang Ilmu Pengetahuan dari Ani bambang Yudhoyono tahun 2009.

Post Terkait

PERTOZI 2nd Congress And Annual Scientific Conference

Tanggal Publikasi: 14 Nov 2017 16:48 | 41 View

Perhimpunan Dokter Terapi Ozone Indonesia (Pertozi) adalah satu-satunya perhimpunan dokter yang mempunyai minat sama dalam bidang pengobatan dengan terapi ozone di Indonesia. Pertozi berazaskan Pancasila dan berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945,…

Selengkapnya

World Heart Day 2017: Share The Power

Tanggal Publikasi: 14 Nov 2017 15:36 | 43 View

Minggu, 22 Oktober 2017. Dilaksanakan puncak acara kampanye World Heart Day yang di hadiri lebih dari 1.500 peserta dan wakil dari pemerintah di halaman Gedung BRI I dan BRI II,…

Selengkapnya

Anti-Aging Surgery for Enhancing Quality of Life

Tanggal Publikasi: 06 Nov 2017 17:33 | 84 View

Anti-Aging Surgery for Enhancing Quality of Life Jakarta, 18 Oktober 2017. Setelah berkiprah di bidang kesehatan selama 7 tahun, kini Bamed Healthcare menghadirkan sebuah layanan baru di bidang bedah plastik…

Selengkapnya

Memperkenalkan Teknologi Terbaru yang Dapat Menjaga Sabut Spons Cuci Tetap Higienis

Tanggal Publikasi: 06 Nov 2017 17:18 | 74 View

Jakarta, 28 September 2017 – Scotch-BriteTM, yang merupakan salah satu merek produk peralatan kebersihan rumah dari PT 3M Indonesia, memperkenalkan Sabut Spons Bebas Bakteri, sebuah inovasi sabut spons terbaru yang…

Selengkapnya

Vaksinasi Herpes Zoster untuk Hari Tua Berkualitas

Tanggal Publikasi: 28 Aug 2017 16:39 | 129 View

Lalu, seberapa besar beban herpes zoster di Indonesia dan bagaimana upaya pence­gaha­n yang dapat dilakukan? Jawabannya dibahas dalam acara Zostavax Launch Sympo­sium bertema Herpes Zoster: Stop it Before it Starts…

Selengkapnya


Jurnal Medika CME

TB Paru

05 Oct 2017 - 14 Oct 2017 2 SKP

Dari Redaksi

Waspadai Virus Zika