Mungkinkah Mengulur Umur?

Tanggal : 10 Jul 2020 17:28 Wib


Dr.dr. Pribakti B, SpOG(K)
 
Sudah jamak bila manusia terus mencari cara bagaimana umur bisa terus lebih terulur panjang. Dunia medispun tidak berhenti mencari. Makin tahun makin terungkap rahasia membuat tubuh lebih bertahan hidup dibanding masa-masa jauh sebelumnya. Terbukti umur harapan hidup (life expectancy at birth) makin tahun makin bertambah panjang. Jika sebelumnya WHO mengelompokkan usia 60 tahun tergolong pemuda , kini batasan itu naik menjadi 65 tahun. Hal itu berarti juga, untuk mencapai umur seratusan tahun bukan sesuatu yang mustahil. Orang Okinawa di Jepang, satu contohnya.

Ada ahli medis yang menyebut tubuh manusia diprogram mampu bertahan sampai 120 tahun. Dan kalau tidak banyak populasi didunia yang bisa meraih umur seratusan tahun, tentu ada yang salah. Apalagi ditengah ilmu dan teknologi kedokteran sudah sedemikian berkembang. Ditemukannya sel punca (stem cell) misalnya, bukankah membuka peluang manusia bisa menggantikan setiap kerusakan organ tubuhnya untuk menjadi baru lagi? Atau proyek genom yang mampu memotret susunan genetik masing-masing individu, juga membuka peluang untuk memproduksi sosok tanpa penyakit dan kelemahan lagi dengan cara menyiangi gen jelek atau cacat dengan pisau kimia.

Baru-baru ini terungkap pula bahwa laju proses menua itu ditentukan terjadinya peradangan menyeluruh dalam tubuh. Sel-sel tubuh mengalami proses peradangan oleh semakin menuanya tubuh sehingga kalau proses menua itu ingin dikekang, maka hentikan proses peradangan yang terjadi itu. Karena itulah sekarang banyak dilakukan cara untuk menghentikannya. Diantaranya suplemen kunyit temulawak (curcuma) kini mulai naik daun untuk dijadikan harapan agar proses menua bisa lebih dikekang. Pada saat yang sama peraih Nobel Kedokteran 2018 lalu menemukan cara meningkatkan sistem imun tubuh melawan kanker. Mengengkang peradangan sel tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh, kini dijadikan dua strategi baru memelihara umur mengulur lebih panjang.

Memang benar  bahwa menjadi tua tidak mungkin dihentikan, namun bisa membuatnya lebih diperlamban. Menjadi tua bisa ditunda dan peran iptek medis memegang peran besar. Buktinya selain penyakit yang dulu belum dapat diatasi, kini ada obat dan cara mengatasinya. Bahkan diperkirakan iptek medis akan berpotensi menciptakan manusia yang lebih unggul.
Itulah sebabnya kalau mereka yang berumur panjang ditanya, apa resep mereka bisa panjang umur , hampir semua menjawab hidup mereka tertib teratur. Artinya, semua terjadwal. Jadwal makan, jadwal kerja, jadwal jeda dan jadwal tidur semua tertata. Apa maknanya bagi tubuh? Mesin tubuh bekerja lebih efisien, hanya berputar sesuai jadwal yang sudah kita setel. Lambung hanya bekerja pada jam makan yang sudah tertentu. Kita tahu tubuh memiliki jam biologis, kita sendiri yang menyetelnya kapan waktu aktivitas tubuh kita susun secara tertib dan teratur.

Makan, bekerja, jeda dan tidur yang sudah tertata jadwalnya , membuat organ tubuh bekerja efisien. Dan karena efisien, organ tubuh tidak cepat rusak atau aus, ada peluang untuk masih tetap sehat untuk memungkinkan dipakai lebih lama. Sebaliknya aktivitas harian tidak terjadwal, makan kapan saja, kerja tak mengingat waktu, tanpa jeda, jam tidur semaunya, barang tentu kesehatan organ tubuh tidak sebaik tubuh yang dibawa hidup tertib teratur. Lambung terus bekerja hampir setiap waktu kalau makan kita tidak tentu waktunya, dan selalu mengisi perut tanpa jeda. Akibatnya mesin organ tubuh terus berputar tak ada waktu jeda dan waktu beristirahat.
Efisiensi memakai organ tubuh yang membuat sel-sel organ lebih terpelihara bugar. Dan hanya apabila sel-sel tubuh bugar, banyak proses berlangsung dalam tubuh dalam batas normal. Termasuk kemampuan sel untuk mereparasi diri yang memiliki mekanisme mampu menggantikan sel-sel yang runtuh atau mengalami kematian. Sekarang ini hanya 5 persen saja orang didunia yang meninggal karena usia tua, dan selebihnya disebabkan oleh penyakit. Seharusnya lebih banyak yang meninggal karena sebab alami seperti usia tua ketimbang sebab penyakit. Namun nyatanya yang terjadi manusia dirundung aneka penyakit karena keliru memilih gaya hidup.

Sydney Resolution (2008) menyerukan dunia harus berubah dan orang harus berubah memilih gaya hidup. Kalau tidak , hampir 400 juta jiwa menjadi korban mati muda (premature death) dalam sepuluh tahun kedepan. Begitu kejam nyawa terenggut hanya keliru memilih gaya hidup. Orang Okinawa melakoni hidup sehat dan sekolah kedokteran Harvard belajar dari mereka   bagaimana menempuh hidup sehat mulai dari pilihan menu, bergiat fisik, sampai bagaimana mereka bergembira lewat berdansa dan bernyanyi. Kita perlu meniru gaya hidup sehat orang Okinawa kalau ingin hidup lebih lama.
Dan gaya hidup sehat itu, pertama menjaga berat badan tetap ideal. Pertahankan terus berat badan ideal. Kalau berat badan cenderung bertambah, kurangi asupan makan atau asupan makan tetap tapi aktivitas fisik ditambah. Kalau makin kurus, juga terbilang tidak sehat, maka asupan makanan perlu ditambah. Kedua, tetap memilih menu harian. Prinsipnya menu seimbang oleh karena kodrat tubuh kita butuh 60 persen karbohidrat, 25 persen protein dan 15 persen lemak yang dikenal sebagai menu seimbang. Bistik bukan menu seimbang oleh karena protein dagingnya yang 60 persen, bukan karbohidratnya. Ketiga, rutin bergerak badan. Jalan kaki pilihan paling murah dan sederhana. Bukan asal jalan kaki, melainkan jalan kaki tergopoh-gopoh (brisk walking ala Cooper). Keempat , cerdas menatalaksana stres , dan kelima, hidup seimbang dunia akhirat dengan tujuan mengejar kebahagiaan , bukan dunia semata. Dengan demikian tidak ada kata tidak mungkin kita untuk mengulur umur. Semoga bermanfaat dan selamat Tahun Baru 2020!
 
Dosen FK Universitas Lambung Mangkurat dan Dokter RSUD Ulin Banjarmasin

Post Terkait

Peremajaan Miss V dan Ginekologi Estetika

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:42 | 436 View

Harus diakui gencarnya perkembangan teknologi informasi dan komun ikasi turut menyumbang gambaran ideal tentang kecantikan. Tak terkecuali dengan penampilan organ intim wanita ini. Tren kecantikan terus berkembang seiring waktu .…

Selengkapnya

Keluarga Berencana dan Kualitas Penduduk

Tanggal Publikasi: 14 Aug 2019 13:31 | 407 View

Harus diakui kesuksesan Keluarga Berencana (KB) era Orde Baru adalah suatu prestasi. Mampukah pada Era Refor masi ini pemerintah mengerem laju pertambahan pendudu k? Saat ini laju pertumbuhan penduduk kita…

Selengkapnya

Gaya Hidup dan Ancaman Kanker

Tanggal Publikasi: 12 Jul 2019 15:01 | 399 View

Harus diakui untuk mengubah gaya hidup tak segampang menulisnya. Kalau dari kecil lidah anak terbiasa mengecap cita rasa gurihnya daging bakar atau steak, tak mudah membujuknya jadi suka menu nenek.

Selengkapnya

Defisit BPJS, Rumah Sakit, dan Farmasi

Tanggal Publikasi: 13 Jun 2019 10:25 | 644 View

Seperti diketahui permasalahan keuangan BPJS Kesehatan terjadi dari tahun ke tahun belum mampu menemukan solusi jitu. Setiap tahun selalu mengalami defisit dan semakin besar. Pada 2014 defisit sebesar Rp3,8 triliun.…

Selengkapnya

Saatnya Regulasi Layanan e-Kesehatan

Tanggal Publikasi: 08 May 2019 09:30 | 464 View

Tidak diragukan lagi, saat ini sektor kesehatan mulai memasuki era disrupsi. Pasien kini dapat berkonsultasi dengan dokter melalui berbagai aplikasi seluler. Layanan perawatan di rumah, pemeriksaan laboratorium maupun pemesanan obat,…

Selengkapnya