Banner
Translate
Edisi No 03 Vol XL - 2014 - Studi Kasus

Penyakit Graves Dengan Komplikasi: Badai Tiroid dan Stroke

 

ANIK WIDIJANTI, VINCENTIA MARIA IRIANE

Laboratorium Patologi Klinik RSUD Dr. Saiful Anwar/FKUB Malang

 

 

Pendahuluan

Tirotoksikosis adalah sindrom klinik yang terjadi jika jaringan terpapar hormon tiroid kadar tinggi, sehingga terjadi percep­atan proses metabolisme tubuh. Pada kebanyakan kasus, tirotoksikosis disebabkan oleh hiperaktivitas kelenjar tiroid atau hipertiroi­disme.1

Penyakit Graves merupakan 60-80% dari tirotoksikosis. Merupakan penyakit autoimun yang penyebabnya belum diketahui pasti. Insiden pada wanita 5 kali lebih sering dari lak­i-laki. Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia, dengan kejadian puncak usia 20 – 40 tahun.

 
Edisi No 03 Vol XL - 2014 - Fokus

Potensi Miconazole Dalam Penanganan Infeksi Jamur

 

NALDO SOFIAN

Dokter Internship RS TC Hillers

Kabupaten Sikka Maumere, NTT

 

 

Prevalensi Infeksi Jamur di Indonesia

Permasalahan infeksi jamur cukup luas, mulai dari infeksi ringan pada regio mukokutan hingga permasalahan sistemi­k atau lokal pada setiap organ, oleh karena beragam mekanisme dan perbedaan imunitas dan virulensi yang saling berinter­aks­i. Setidaknya prevalensi infeksi jamur menca­pai angka prevalensi 20-25% pada kulit di seluruh dunia untuk kasus infeksi kulit.1

 
Edisi No 03 Vol XL - 2014 - Artikel Penelitian

Faktor Penentu Penyembuhan Fistel Enterokutan Pascabedah

 

EKO RISTIYANTO, TOAR J.M. LALISANG

Divisi Bedah Digestif, Departemen Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RSUPN Cipto Mangunkusumo

 

Abstract

Enterocutaneous fistula (ECF) is a postoperative complication of abdominal surgery unpleasant for the patient and surgeon. Sepsis, malnutrition, fluid and electrolyte imbalance are further effects that cause increased morbidity and mortality. The purpose of this study was to determine the risk factors that affect the ECF healing.

 
Edisi No 03 Vol XL - 2014 - Artikel Konsep

Upaya Deteksi Dini pada Kanker Endometrium, Kanker Serviks, dan Kanker Ovarium

 

FITRIYADI KUSUMA, MEDIANA SUTOPO LIEDAPRAJA,

DANNY MAESADATU SYAHARUTSA

Divisi Onkologi Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RSUPN DR.Cipto Mangunkusumo, Jakarta

 

Pendahuluan

Kanker pada wanita merupakan ancama­n bagi setiap wanita, di mana sebagian besar kanker terdiagnosis pad­a stadium lanjut sehingga penanganan biasanya terlambat dan prognosis buruk. Skrining dini kanker pada wanita diharapkan dapat menurunkan kasus kanker di Indonesia, di mana kanker endometrium, kanker serviks, dan kanker ovarium merupakan keganasan yang sering ditemukan. Dengan program skrining dini, kesehatan reproduksi wanita bisa lebih baik.

 

Kanker Endometrium

Kanker endometrium menempati urutan ke-8 tersering di Indonesia berdasarkan lapora­n patologi pada 2002. Data distribusi kanker ginekologi di salah satu rumah sakit pendidikan di Indonesia mendapatkan 174 kasus pada 2007.1 Kanker endometrium sering­kali terdeteksi pada stadium dini, memiliki prognosis baik dan sering mengenai perempuan menopause dengan rata-rata usia 60 tahun atau lebih.2 

Beberapa faktor risiko antara lain diabetes melitus, obesitas, hipertensi, faktor hormona­l (terapi estrogen, pil kontrasepsi oral, sindrom ovarium polikistik), usia, diet tinggi lemak, ri­wa­yat keluarga dengan keganasan payudara atau ovarium, dan hereditary non polyposis colon cancer (HNPCC).2,3

 

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya...
 
Telusur
Login



*Khusus untuk pelanggan
Jurnal Medika edisi cetak.
Pengunjung Online
Kami punya 72 tamu online
Statistik Pengunjung
212636
Hari IniHari Ini123
Minggu IniMinggu Ini627
Bulan IniBulan Ini3971
TotalTotal212636
http://truberx.com/?search=xnxx&x=0&y=0 red tube porn order dapoxetine
hamster porn price jelly GoalPorn
AmateurBoard
FlooPorn

xhamster

Blowjob porn adultsex