Banner
Translate
Edisi No 02 Vol XXXVIII - 2012 - Studi Kasus

Penatalaksanaan Ibu Hamil Aterm Dengan HIV Positif di RSUD dr. Tc Hillers

 

DANIEL PRASETYO*, ASEP PURNAMA**, I.W.PUTRA DARMAWAN***

 

*Puskesmas Waigete, Kabupaten Sikka, NTT

**SMF Interna RSUD dr. Tc Hiller, Maumere, NTT

***SMF Obstetri-Ginekologi RSUD dr. Tc Hiller, Maumere, NTT.

 

Pendahuluan

HIV dapat ditularkan dari ibu hamil positi­f HIV kepada anaknya pada saat kehamilan, persalinan, atau menyusui. Pada kebanyakan kasus, HIV paling banyak ditularkan pada trimester ketiga kehamilan atau pada saat proses kelahiran.1-3 Transmisi vertikal sering terjadi pada kelahiran prematur yang dihubungkan dengan ketuban pecah prematur.3

 
Edisi No 02 Vol XXXVIII - 2012 - Artikel Penyegar

Hubungan Antara Asma dengan Rhinitis Alergi gina amanda

 

Gina amanda

Dokter Umum RS PMC Pekanbaru.

 

Pendahuluan

Asma dan rhinitis alergi merupakan manifestasi sindrom atopi yang terjadi pada saluran napas.1 Asma adalah kelainan inflamasi  kronik saluran respiratorik dengan banyak sel dan elemen seluler yang berperan. Inflamasi kronik ini berhubungan dengan hipereaktivitas saluran respiratorik yang menyebabkan episode wheezing berulan­g, sesak napas, rasa tertekan pada dad­a, dan batuk terutama pada malam serta dini hari.

 
Edisi No 02 Vol XXXVIII - 2012 - Artikel Konsep

Faktor Risiko Sosial pada Penderita Preeklampsia

 

POJIANTO1 DAN JOHN WANTANIA2

1Residen Bagian Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado

2Staf Pengajar Bagian Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado.

 

Pendahuluan

Sampai sekarang, hipertensi dalam keham­ilan masih menjadi masalah kebidan­an yang belum terpecahkan secar­a tuntas. Preeklampsia yang merupakan 5-15% penyulit kehamilan menjadi salah satu dari tiga penyebab tertinggi mortalitas maternal dan perinatal, di samping perdarahan dan infeksi. Menurut The National Center for Health Statistics 1998, hipertensi dalam kehamilan merupakan faktor risiko medis yang paling sering dijumpai.1,2,3

 
Edisi No 02 Vol XXXVIII - 2012 - Artikel Penelitian

Pendidikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak Melalui Permainan Elektronik

 

MOCHAMAD SETYO PRAMONO

Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Balitbangkes Kementrian Kesehatan RI.

 

Abstract

Report on Result of National Basic Health Research (Riskesdas) 2007 by National Institute Health Research & Development Ministry Of Health showed that only 38.7% prevalence Behavior of Clean and Healthy Living (PHBS). This means that most residents do not behave in a clean and healthy living. Promotion of clean and healthy lifestyle needs to start early age to become additional knowledge and further expected to be practiced in everyday life, and become part of norm of their lives . This research is applied in the form of an experiment to tes the Communication, Information and Education (KIE) techniq­ue designed in this study. The first phase, the object of research is children who are chosen as samples are given a questionnaire to determine the extent of their understanding of clean and healthy lifestyle and infectious diseases. The second phase they received treatment in the form of the game e-gam­es that are played for at least 2 times the time span for 2 weeks. The third stage they received the same questionnaire as in the first stage. Based on the different tes results showed that there was a significant increase between the average value of knowledge before and after treatment.

Keywords: e-game, Behavior of Clean and Healthy Living, infectious diseases, children

 

Abstrak

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 yang dilakukan oleh Balitbangkes Kementrian Kesehatan menunjukkan bahwa hanya 38,7% prevalensi rumah tangga yang Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Artinya, sebagian besar penduduk belum berperilaku hidup bersih dan sehat. Promosi PHBS perlu dimulai sejak usia dini agar menjadi tambahan pengetahuan dan selanjutnya diharapkan dapa­t dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi bagian dari norma hidup mereka. Ini adalah penelitian terapan berupa eksperimen untuk menguji teknik KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) yang dirancang dalam pene­litian ini. Tahap pertama, objek penelitian, yaitu anak-anak yang terpilih sebagai sampel, diberi kuesione­r untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang PHBS dan penyakit menular. Tahap kedua, mereka mendapat perlakuan berupa permainan e-game yang dimainkan minimal 2 kali de­ngan rentang waktu selama 2 minggu. Tahap ketiga, mereka mendapat kuesioner yang sama seperti pada tahap pertama. Berdasarkan hasil uji beda menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan antara nilai rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan.

Kata kunci: e-game, PHBS, penyakit menular, anak-anak

(Mochamad Setyo Pramono, Medika 2012, Tahun ke XXXVIII, No. 100–108)

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya...
 
Telusur
Login



*Khusus untuk pelanggan
Jurnal Medika edisi cetak.
Pengunjung Online
Kami punya 43 tamu online
Statistik Pengunjung
89871
Hari IniHari Ini166
Minggu IniMinggu Ini1293
Bulan IniBulan Ini3603
TotalTotal89871
Banner