Perbedaan Kadar Kortisol Serum Pasien Kanker Serviks Stadium Lanjut setelah Intervensi Psikoterapi Realitas dengan Terapi Standar

Tanggal : 02 Sep 2019 09:44 Wib


Hafi Nurinasari, Supriyadi Hari Respati, Sri Sulistyowati
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyebab kematian terbanyak di negara berkembang. Wanita yang didiagnosis kanker serviks stadium
lanjut sering menderita stress emosional yang luar biasa. Stress emosional akan menimbulkan peningkatan hormon kortisol. Pemberian psikoterapi dapat berdampak positif.
Tujuan: Menganalisis perbedaan kadar kortisol pada pasien kanker serviks stadium lanjut setelah mendapatkan intervensi psikoterapi realitas bila dibandingkan dengan terapi standart.
Metode Penelitian: Experimental double blind non randomized clinicaltrial post test group design. 30 subyek penelitian dibagi 2 kelompok (terapi standart tanpa psikoterapi realitas dan terapi standar dengan intervensi psikoterapi realitas) dan setiap kelompok terdiri dari 15 subjek. Penelitian dilakukan di bangsal dan poliklinik kebidanan dan kandungan RSUD dr. Moewardi Surakarta dan Laboratorium Prodia, dimulai bulan Juli – September 2014.
Hasil: Distribusi rerata kadar kortisol pada kelompok pasien kanker serviks yang mendapatkan kemoradiasi dengan psikoterapi realitas tampak lebih rendah (0.97+ 0.46 mg/dL), dibandingkan dengan kelompok pasien kanker serviks yang mendapatkan kemoradiasi tanpa psikoterapi realitas (11.54 + 7.13 mg/dL). Analisis uji t terbukti bahwa kadar kortisol pada kelompok pasien kanker serviks dengan psikoterapi realitas dan kelompok pasien kanker serviks tanpa psikoterapi realitas terdapa t perbedaan yang signifikan di mana nilai p=0.00 (<0.05) 
Kesimpulan: Terdapat perbedaan kadar kortisol serum yang signifikan pada kelompok terapi standart dengan intervensi psikoterapi realitas. Pemberian psikoterapi realitas efektif menurunkan kadar kortisol serum pasien pada pasien kanker serviks stadium lanjut.

Post Terkait

Denyut Jantung sebagai Target Perawatan Gagal Jantung Kronis

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:45 | 115 View

Latar Belakang: Risiko kardiovaskular dari peningkatan denyut jantung (Heart Rate) pertama kali dilaporkan dalam studi Framingham. Setelah itu, risiko peningkatan gagal jantung (Heart Failure) untuk kematian telah dipelajari secara luas,…

Selengkapnya

Keberhasilan Pengobatan dengan Antimikroba: Gangguan Visual selama 4 tahun pada Ulkus Kornea Versus Bakteri

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:44 | 93 View

Pada populasi India Selatan ini dengan episode sebelumnya dari keratitis jamur atau bakteri, gangguan penglihatan bilateral yang dapat diperbaiki adalah umum. Meskipun hasil visual jangka panjang, rata‐rata, serupa antara ulkus…

Selengkapnya

Deteksi Penyakit Tulang Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dengan Metode Backpropagation

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:44 | 71 View

Penyakit tulang adalah penyakit yang sering kali tidak di sadari oleh seseorang yang mungkin saja, orang tersebut sudah mengidap gejalagejala penyakit tersebut. Umumnya seseorang akan menyadari bahwa dia telah mengidap…

Selengkapnya

Teknologi untuk Sirkulasi Pemisahan Sel Tumor dari Seluruh Darah

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:44 | 74 View

Salah satu bidang penelitian utama melibatkan pemisahan dan deteksi sirkulasi sel tumor (Circulating Tumor Cell) karena peran penting yang disarankan dalam diagnosis dan prognosis kanker dini, yaitu, menyediakan akses mudah…

Selengkapnya

Parasetamol Oral dan/atau Ibuprofen untuk Mengobati Rasa Sakit setelah Cedera Jaringan Lunak: Pusat Tunggal Uji Klinis

Tanggal Publikasi: 02 Sep 2019 09:43 | 39 View

Cedera jaringan lunak umumnya muncul di pada pasien gawat darurat (DE), seringkali dengan nyeri akut. Mereka menyebabkan penderitaan dan morbiditas yang signifikan jika tidak diobati secara memadai.

Selengkapnya