Diagnosa dan Tatalaksana Overaktif Bladder

Tanggal : 30 Aug 2018 15:08 Wib


PRIBAKTI B.
Divisi Uroginekologi Departemen Obstetri dan
Ginekologi FK ULM Banjarmasin

Abstrak
Overaktif bladder (OAB) banyak dijumpai dan memiliki dampak negatif terhadap kualitas hidup pasien. Penting bagi dokter untuk mengetahui bagaimana mengidentifikasi dan menatalaksana pasien dengan kondisi ini. Biasanya hanya dibutuhkan evaluasi klinis dasar dan anamnesis yang baik untuk mendiagnosis OAB. Terapi oral yang efektif dan aman sudah ada dan dapat dimulai oleh dokter fasilitas kesehatan primer.

Abstract
Overactive bladder (OAB) is common and has a negative impact on a patients quality of life. It is importa nt for physicians to know how to diidentify and manage patients with this condition. Usually only basic clinical evaluation and a good patient history are necessary to diagnose OAB. Efective and safe oral therapy is available and can be initiated by primary care physicians. 

Key Words: overactive bladder, oral therapy

Pendahuluan
     Overaktif bladder dapat didefinisikan sebagai urgensi dengan atau tanpa inkontinesia urgensi, biasanya disertai dengan frekuensi dan nokturia.1 Urgensi merupakan gejala utama didefinisikan sebagai keinginan yang mendesak untuk berkemih secara mendadak dan sulit untuk ditahan. Frekuensi secara umum didefinisikan sebagai berkemih lebih dari delapan kali dalam waktu 24 jam, dan nokturia secara umum didefinisikan sebagai berkemih lebih dari satu kali dalam semalam.2 OAB dapat diklasifikasikan sebagai “wet” (jika terja di dengan inkontinensia urgensi) atau “dry” (tanpa inkontinensia urgensi). 
     Insidensi dan prevalensi dari OAB dengan atau tanpa inkontinensia urgensi meningkat dengan bertambahnya usia. Prevalensi OAB pada wanita mirip denga n pria, dimana pria lebih cenderung tidak memiliki penyerta inkontinensia urgensi. Umumnya pasien sering tidak mengutarakan gejala OAB kepada dokter meskipun gejala-gejala tersebut memiliki dampak negatif terhadap kualitas hidupnya. Mereka mungkin merasa gejala-gejala tersebut merupakan suatu hal yang normal dari proses penuaan atau mereka mungkin malu untuk menceritakannya.3
     Sebuah survei di Amerika Serikat yang merupakan bagian dari program National Overactive Bladder Evaluation (NOBLE) menemukan bahwa pada populasi umum, 16.9% wanita mengalami OAB dengan perincian 9.3% inkontinensia urgensi dan 7.6% tanpa inkontinensia urgensi. Survei tersebut juga menemukan 16% pria mengalami OAB dengan perincian 2.4% inkontinensia urgensi dan 13.6% tanpa inkontinensia urgensi.3 Di Kanada, diperkirakan bahwa OAB diderita 12% hingga 18% dari populasi, dan dari jumlah tersebut, sepertiganya merupakan OAB wet dan dua pertiga sisanya adalah OAB dry.4 
     Gejala dari OAB mirip dengan gejala saluran kemih bagian bawah (lower urinary tract symptoms/LUTS), maka untuk membuat diagnosis OAB murni, dokter harus menyingkirkan penyebab lain dari gejala yang dialami pasien seperti benign prostatic hyperplasia (BPH) pada pria, striktur uretra, batu kandung kemih, vaginitis atropik atau prolaps vagina pada wanita, proses neuropati, sistitis interstitial, sindroma nyeri kandung kemih, diabetes (atau penyebab lain poliuria), keganasan genitourinaria, dan infeksi saluran kencing.
​Baca Selengkapnya di Warta Medika Edisi Agustus 2018...

Post Terkait

Tatalaksana Gangguan Berkemih pada Penderita Parkinson

Tanggal Publikasi: 30 Aug 2018 15:22 | 375 View

Parkinson Disease (PD) merupakan suatu penyakit neurodegenerative yang bersifat kronis dan domina n menyerang fungsi motoris. PD diduga disebabkan karena adanya kekurangan dopamine pada substansia nigra.

Selengkapnya

Paparan Televisi dan Perkembangan Bahasa pada Anak

Tanggal Publikasi: 30 Aug 2018 14:54 | 337 View

Perkembangan bahasa merupakan salah satu perekembangan yang paling penting pada anak, karena merupakan indikator dari seluruh perkembangan pada anak. Secara umum terdapat dua faktor utama yang berpengaruh terhadap perkembangan bahasa…

Selengkapnya


Jurnal Medika CME