Mengokohkan Kesadaran Gaya Hidup Rendah Karbohidrat kepada Masyarakat secara Ilmiah dan Bisa Menjadi Salah Satu Pilihan Gaya Hidup yang Aman

Tanggal : 11 Jun 2019 16:45 Wib



Jakarta, 6 – 7 April 2019 – Low Carb Indonesia (LCI) bekerjasama dengan Low Carb USA mengadakan Indonesia International Low Carb Conference (IILCC ) 2019. Berlangsung selama dua hari dan bertempat di Indonesia International Institute for Life‐Science (i3L), merupakan sebuah seminar internas ional pertama di Asia yang membahas gaya hidup rendah karbohidrat. Seminar ini diadakan sebagai wadah diskusi ilmiah yang dihadiri tak hanya oleh orang awam, namun juga para tenaga kesehatan seperti dokter, ahli diet, ahli nutrisi dan perawat.
Nur Agus Prasetyo selaku penggagas LCI menyatakan, “Adapun tujuan utama dari diadakannya IILCC 2019 ini adalah untuk mengokohkan kesadaran gaya hidup rendah karbohidrat kepada masyarakat secara ilmiah dan bisa menja di salah satu pilihan gaya hidup yang aman. Selain terbuka untuk umum, IILCC 2019 ini didukung penuh oleh IDI Wilayah DKI Jakarta dengan poin akreditasi 8 SKP (Satuan Kredit Profesi) bagi para peserta dari tenaga kesehatan”. LCI sendiri dibentuk pada tanggal 5 Agustus 2018 sebagai event organizer yang memiliki tujuan utama berfokus pada edukasi pilihan gaya hidup puasa berkala dengan pola makan rendah karbohidrat, untuk mendapatkan kembali keberdayaan alami manusia dalam menghadapi ancaman kesehatan.
Selain menggagas pembentukan LCI, Nur Agus Prasetyo juga merupakan pendiri komunitas daring bernama KetoFastosis Indonesia yang saat ini beranggotakan tidak kurang dari 340.000 orang yang aktif, baik dari dalam maupun luar negeri. Komunitas ini juga telah mengadakan seminarseminar dan edukasi formal lainnya mengenai penerapan gaya hidup sehat hingga menjadi komunitas daring gaya hidup rendah karbohidrat terbesar di Indonesia.
Pembentukan KetoFastosis Indonesia bermula dari keprihatinannya atas pernyataan yang diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti Stroke, Diabetes, Kanker, Penyakit Jantung dan penyakit tidak menular lain adalah penyebab terbanyak kematian di Indonesia. Nur Agus Prasetyo terus mencari jawaban atas pertanyaan‐pertanyaan yang mengusiknya berkaitan dengan permasalahan tersebut di lingkup terbatas pada tahun 2008 sampai kemudian di awal 2016 berkembang menjadi komunitas daring KetoFastosis Indonesia yang juga terus berkembang pesat dalam waktu singkat. Untuk mengetahui lebih jauh tentang KetoFastosis Indonesia, silakan klik www.ketofastosis.com.
Lebih lanjut mengenai IILCC 2019, program edukasi & inspiratif ini menghadirkan para pembicara dari 3 negara: empat diantaranya berasal dari Indonesia yaitu dr. Asriningrum, Sp. S; dr. Eka Musridharta, Sp. S. KIC, MARS; dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp. A(K) dan dr. Kobal Sangaji, SP. KFR, dua pembicara berasal dari Amerika Serikat yang terdiri dari dr. Eric C. Westman, MD, MHS dan dr.Georgia Ede, MD, serta satu lagi pembicara dari Australia, yaitu dr. Gary Fettke, MBBS, F.R.A.C.S. (Ortho), F.A.Orth.A.
Dalam seminar ini, dr. Asri yang merupakan seorang Neurologist (ahli syaraf) di RSI Siti Hajar, Mataram, Nusa Tenggara Barat menjelaskan bahwa root cause disease dari banyak penyakit adalah dari usus (gut) dan resistansi insul in. Bukti‐bukti ilmiah menunjukkan bahwa penyakit‐penyakit metabolik kroni k, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2 (T2D) dan stroke, dipicu oleh suatu keadaan metabolik yang diyakini dipengaruhi oleh para mikrobiota di dalam usus. Selain itu, resistansi insulin juga menjadi pemicu dari banyak penyakit tidak menular, seperti diabetes, penyakit kardiovaskular dan bahkan kanker. Insulin merupakan salah satu hormon penting di dalam tubuh yang bertugas mengatur bagaimana tubuh menggunakan dan menyimpan glukosa dan lemak. Namun dalam kondisi tertentu, dapat terjadi resistansi insulin (insuli n ‘ditolak’). dr. Asri memberikan pen jabaran bagaimana gaya hidup rendah karbohidrat dapat menjadi alternatif penanganan yang aman. Pembicara lain dari Indonesia, dr.Eka yang berprofesi sebagai Kepala Neuro Intensive Care di RSPON (Rumah Sakit Pusat Otak Nasional), Jakarta dan Kepala POKDI Neuromergensi PERDOSISI Jaya menjelaskan mengenai kesehat an saraf dan otak serta penuaan dini khusus pada saraf dan otak. Secara alami, seiring makin menua usia, maka otak dan saraf juga mengalami penuaanyang terlihat dari tanda‐tanda sepertimelambatnya pikiran dan cara berpikir (lemot) dan berkurangnya daya ingat (memory). Beliau mengulas tuntas pencegahan dan bahkan penundaan (retard) penuaan dini di otak dan saraf, juga mengenai faktor apa saja yang dapat mempercepat penuaan ini. Dalam materinya, dr. Eka menganjurkan gaya hidup rendah karbohidrat sebagai alternatif penundaan penuaan.
Sedangkan dr. Piprim yang merupakan Konsultan Jantung Anak di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta dan Kepala Divisi Organisasi di Pengurus Pusat IDAI membahas tuntas mengenai ketosis yang dinilai sebagai alternatif yang menjanjikan perbaikan kesehatan masyarakat, mengingat semakin meningkatnya penyakit‐penyakit tidak menular yang membebani perekonomian individual dan negara. Ketosis adalah ke mun culan zat keton dalam jaringan darah dan / atau urinasi manusia di atas ambang nilai rujukan normal laboratorium. Beliau menjelaskan tentang ketosis bagai mana yang berbahaya, serta ketosis bagaimana yang justru bermanfaat bagi kesehatan dan apa saja yang harus ditempuh demi memunculkan ketosis sebagai upaya perbaikan masalah kesehatan.
Adapun dr. Kobal yang merupakan dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di RS Awal Bros, Pekanbaru, Riau membawakan materi mengenai pembatasan kalori dan penuaan (aging) sel tubuh, serta mengungkapkan hal‐hal apa saja yang dapat menunda proses penuaan secara alami dan murah, tanpa obat‐obatan anti‐aging, dan apa hubungannya dengan gaya hidup rendah karbohidrat.
Sedangkan pembicara dari Amerika Serikat, dr. Eric yang berprofesi sebagai Certified Physicians in Internal Medicine & Obesity Medicine, President of the American Society of Bariatric Physicians, Medical Director of the Duke Center, Associate Professor of Medicine at Duke University Health System, North Carolina, USA, membawakan materi mengenai Obesitas dan diabetes. Selain dapat menghambat penanganan kasus pengeroposan tulang, masalah persendian atau saraf terjepit (HNP), obesitas juga dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, diabetes dan tekanan darah tinggi. dr. Eric juga membahas bagaimana seseorang bisa menjadi obese, apa saja faktor penyebabnya dan bagaimana gaya hidup rendah karbohidrat menjadi solusi yang cocok untuk mencegah dan memperbaiki kondisi obesitas. Mengenai diabetes sendiri, dr. Eric mengajak peserta konferensi untuk mengenali apa yang terjadi ketika diabetes, proses apa yang gagal, sehingga membantu peserta memahami penanganan yang lebih baik untuk mendapatkan kembali hidup yang berkualitas dan terhindar dari diabetes.
dr. Georgia yang juga pembicara dari Amerika Serikat yang berprofesi sebagai Psychiatrist, Psychopharmacologist & Nutrition Consultant, Former Psychiatrist at Harvard University Health Service, Massachusetts, USA hadir untuk berbicara mengenai nutrisi gizi dalam gaya hidup makan rendah karbohi drat dan mengenai ketagihan makan (craving for food). Di sini dr. Georgia menjelaskan mengapa gaya hidup rendah karbohidrat dapat menjadi solusi anti craving.
Satu‐satunya pembicara dari Australia, dr. Gary yang berprofesi sebagai Orthopedic Surgeon & Brain Cancer Survivor from Tasmania, Australia membahas mengenai Inflamasi dalam tubuh dan kanker. Beliau menjelaskan bahwa kanker adalah buah dari inflamasi tinggi terus‐menerus yang tidak terdeteksi karena tidak muncul gejala dipermukaan sebagaimana gejala inflamasi yang biasanya. Namun, begitu muncul gejala, biasanya sudah dalam fase lanjut. Dengan pemahaman tentang inflamasi, peserta diajak untuk aware dan meningkatkan upaya bersama dalam melawan kanker.  Untuk mengetahui update lebih lanjut akan event atau kegiatan lainnya mengenai Low Carb Indonesia, silahkan kunjungi www.lowcarbindonesia.com
 
Baca Selengkapnya di Warta Medika Edisi Mei 2019...

Post Terkait

Masker Cegah Penularan TBC karya Sivitas Akademika UI Raih Medali Emas pada Ajang I3F

Tanggal Publikasi: 12 Jun 2019 08:55 | 5 View

Empat sivitas akademika Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menciptakan sebuah terobosan masker terbaru bernama MASKIT atau Mask in Tech. MASKIT merupakan solusi untuk mencegah penularanpenyakit TBC ataupun penyakit lainnya yang…

Selengkapnya

UI Tambah Tiga Guru Besar Rumpun Ilmu Kesehatan

Tanggal Publikasi: 07 May 2019 10:30 | 28 View

Melalui pemanfaatan teknologi pada era 4.0, Prof.dr.Asri mendorong para epidemiologoi untuk dapat berinovasi mewujudkan implementation science, Selanjutnya, Prof. Budi memaparkan Pidato Pengukuhan bertajuk “Perubahan Iklim dan Polusi Udara di Indonesia:…

Selengkapnya

KICKS dan Diera Bachir bersama Plaza Indonesia Peringati International Women’s Day Gelar Pameran Foto

Tanggal Publikasi: 07 May 2019 09:45 | 21 View

Dalam memperingati International Women’s Day KICKS (Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks) menggelar acara di Plaza Indonesia disertai beberapa pameran yang dihadiri tokoh permpuan Indonesia dari berbagi latar belakang dan profesi…

Selengkapnya

Percaya Diri melalui Gerakan Cerita Indonesia Kita

Tanggal Publikasi: 30 Sep 2018 08:12 | 357 View

Sebagai kelanjutan dari kampanye inspiratif #ForEveryFace yang diluncurkan pada Januari 2018 lalu, pada hari Kamis, 23 Agustus 2018, Clean & Clear, kembali memperkuat komitmennya untuk mengajak remaja putri Indonesia untuk…

Selengkapnya

Intervensi Dini sebagai Langkah Intervensi Surgical Site Infection

Tanggal Publikasi: 30 Sep 2018 08:11 | 365 View

Surgical Site Infections (SSI) atau Infeksi Luka Operasi (ILO) merupakan infeksi luka operasi akibat bakteri yang masuk setelah proses operasi. Infeksi ini bisa terlihat dalam kurun waktu 30 hari setelah…

Selengkapnya