Pengaruh Pendidikan Menyusui pada Satu Minggu Setelah Persalinan

Tanggal : 30 Aug 2018 14:20 Wib


Muda CMC, Ismail TAT, Jalil RA,
Hairon SM, Sulaiman Z, Johar N
Women Birth. 2018 Jul 26.
pii: S1871‐5192(17)30112‐9.
doi: 10.1016/j.wombi.2018.07.008.
  
    Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan pendidikan menyusui dengan pengetahuan, sikap, dan praktek pemberian ASI eksklusif pada enam bulan setelah persalinan di antara wanita yang persalinan di dua rumah sakit di bagian timur laut Semenanjung Malaysia.
     Metode penelitian ini adalah quasieksperimental. Kuesioner baru, dikembangkan dan divalidasi kemudian digunakan untuk menentukan skor dari awal dan enam bulan setelah persalinan. Intervensi terdiri dari pendidikan oleh peneliti menggunakan flipchart
satu minggu setelah persalinan dan buku harian menyusui. Kelompok pembanding menerima perawatan paska kelahiran yang biasa dilakukan oleh klinik kesehatan. Analisis dilakukan dengan penghitungan nilai varians dan analisis regresi logistik berganda.
     Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 116 peserta ikut dalam penelitian ini (59 pada kelompok interven si dan 57 pada kelompok pemban ding). Enam bulan setelah persalinan, skor rata‐rata pengetahuan dan sikap kelompok intervensi secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok pembanding (p <0,001 dan p = 0,002). Praktek pemberian ASI eksklusif lebih banyak dilakukan oleh kelompok interven si (n = 26, 44,1%) dibandingkan dengan kelompok pembanding (n = 15, 26,3%) (p=0,046). Pendidikan menyusui secara signifikan terkait dengan praktek pemberian ASI eksklusif selama enam bulan setelah persalinan (odds ratio 2,31; 95% interval kepercayaan: 1,02; 5,14; p = 0,040). 
     Kesimpulan penelitian ini bahwa pendidikan menyusui secara signifikan terkait dengan peningkatan pengetahuan, sikap dan praktek pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan setelah persalinan. 

Post Terkait

Hubungan Pelecehan pada Masa Kanak‐kanak dengan Insiden Penyakit Lupus ketik a Dewasa dengan Kohort Longitudinal pada Wanita

Tanggal Publikasi: 11 Jun 2019 14:20 | 3 View

​Paparan terhadap stresor yang parah dapat mengubah fungsi kekebalan tubuh dan meningkatkan peradangan dan pelepasan sitokin, serta meningkatkan risiko penyakit autoimun. Peneliti memeriksa apakah pelecehan pada masa kanak‐kanak dikaitkan dengan…

Selengkapnya

Epilepsi pada Pasien Lansia : Apakah Usia Onset Membuat Perbedaan?

Tanggal Publikasi: 11 Jun 2019 14:04 | 1 View

Epilepsi paling sering terjadi pada anak‐anak dan orang tua. Populasi saat ini adalah penuaan dan prevalensi epilepsi meningkat. Jenis epilepsi dan penatalaksanaannya berubah seiring bertambahnya usia.

Selengkapnya

Hubungan antara Kadar Protein C‐reaktif saat Masuk Rumah Sakit dan Kematian Jangka Panjang pada Pasien dengan Gagal Jantung Dekompensasi Akut

Tanggal Publikasi: 11 Jun 2019 13:59 | 1 View

Kadar protein C‐reaktif (CRP) yang diperoleh saat masuk rumah sakit dikaitkan dengan prognosis beberapa penyakit kardiovaskular, termasuk sindrom koroner akut.

Selengkapnya

Ekspresi Reseptor Vitamin D dalam Sel Mononuklear Darah Perifer Berbanding Terbalik dengan Aktivitas Penyakit dan Peradangan pada Pasien Lupus

Tanggal Publikasi: 11 Jun 2019 13:50 | 1 View

Lupus atau Systemic lupus erythematosus (SLE) ditandai dengan produksi sitokin proinflamasi yang tidak terkontrol. Reseptor vitamin D atau Vitamin D receptor (VDR) memiliki aktivitas antiinflamasi yang kuat. Tujuan dari penelitian…

Selengkapnya

Gangguan Pernafasan pada Pekerja yang Terpapar Debu

Tanggal Publikasi: 11 Jun 2019 11:32 | 2 View

Paparan debu dan pekerjaan fisik yang berat adalah hal umum di negaranegara pabrik maju. Penyakit pernafasan akut dan kronis banyak dilaporkan dari pabrik goni dan tekstil. Penelitian ini dilakukan untuk…

Selengkapnya